Ekbis

PT INKA Serahkan Alat Pendukung Industri untuk SMK 

Banyuwangi (beritajatim.com) – PT Industri Kereta Api (INKA) menyerahkan bantuan corporate social responsibility (CSR) kepada tujuh sekolah menengah kejuruan di Banyuwangi. Hal ini sebagai pendukung ekosistem industri yang tengah dikembangkan.

Sebelumnya, PT INKA memang telah melakukan pembinaan sekaligus menggandeng SMK untuk mendukung proses industri kereta. Bantuan terdiri atas 35 unit mesin untuk peralatan praktek seperti mobil GEA Komplit, car body, engine, velg, scrap, engine GA dan komputer.

Ke tujuh sekolah kejuruan tersebut SMKN 1 Glagah, SMKN Ihya Ulumudin Kecamatan Singojuruh, SMKN 2 Tegalsari, SMKN 2 Jember, SMKN Kalipuro, SMK Cordova Tegalsari, SMK Muhammadiyah Rogojampi, dan SMKN Nurul Taqwa, Songgon.

“Kami ingin agar tumbuh ekosistem industri di Banyuwangi. Salah satu caranya dengan membina sekolah-sekolah kejuruan di sekitar sini. Kami ingin agar SMK bisa masuk ke dalam ekosistem industri PT. INKA,” jelas Direktur Pengembangan PT INKA Agung Sedaju, Kamis (10/9/2020).

Pembinaan itu, kata Agung, berupa pembinaan sekolah secara komprehensif. Mulai standarisasi SDM, memberikan pengatahuan manajemen manufaktur dan menjaga kualitasnya.

“Karena bekerja sama dengan perusahaan teknologi global yang memiliki standar tinggi, maka ekosistem yang dibentuk juga harus menyesuaikan. Karenanya, kami ingin meningkatkan kualitas SDM untuk bisa masuk ekosistem kami,” ujar Agung.

Selain itu, Agung juga berharap sekolah binaan bisa mendukung kebutuhan pabrik ke depan. “Proyeksi kami, selain untuk memenuhi tenaga kerja di perusahaan, SDM dari SMK bisa memproduksi komponen pendukung untuk kebutuhan industri kereta,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas menyambut baik bantuan CSR dari PT. INKA. Anas menyampaikan apresiasinya atas perhatian PT. INKA kepada dunia pendidikan vokasi di Banyuwangi.

“Dukungan PT. INKA terhadap pendidikan vokasi tentuya akan mendukung peningkatan kualitas pendidikan khususnya praktek kerja bagi siswa,” ujar Anas.

Anas mendukung PT INKA yang ingin ingin membentuk ekosistem industri pendukung. Khususnya yang memberikan kesempatan bagi pelajar sekolah vokasi di Banyuwangi untuk berperan di industri PT. INKA.

“Ini adalah sebuah kesempatan yang sangat baik, karena para siswa bisa mendapatkan transfer knowledge dan teknologi. Harapan kami dengan adanya kesempatan ini membuat siswa daerah semakin semangat untuk meningkatkan kompetensinya,” ujar Anas.

Saat ini PT. INKA tengah menyelesaikan pembangunan pabrik kereta api di Banyuwangi. Pabrik yang berorientasi ekspor dan bakal menjadi terbesar di Asia ini menggandeng perusahaan asal Swiss, Staedler Rail. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar