Iklan Banner Sukun
Ekbis

Proyek Pembangunan Smelter Dipastikan di JIPPE Usai Resmi Jadi KEK

Gresik (beritajatim.com) – Setelah resmi disahkan oleh pemerintah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kementeian ESDM memastikan smelter Freeport dibangun di kawasan Java Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE). Dipilihnya JIIPE disambut positif oleh Pemkab Gresik.

Seperti diberitakan, Presiden Jokowi telah mengesahkan JIIPE di Gresik sebagai KEK teknologi & Manufaktur melalui Peraturan Pemerintah (PP) nomor 71 Tahun 2021 tanggal 28 Juni 2021.

Terkait dengan itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik, Herman T.Sianturi menuturkan, adanya pengesahan KEK itu sangat disambut baik. Sebab, penunjukan JIIPE sebagai KEK Teknologi & Manufaktur menjadikannya sebagai salah satu kawasan industri paling kompetitif.

“Dengan pengesahan ini potensi industri besar masuk Gresik sangat berpeluang besar. Hal ini bakal berdampak bagus terhadap laju investasi. Sebab, nantinya ada.pelayanan perizinan, bea cukai dan sejenisnya terintegrasi jadi satu,” tuturnya, Minggu (4/07/2021).

Herman menambahkan, pihaknya mendapat informasi selain smelter Freeport. Ada beberapa perusahaan asing yang menanamkan investasinya di JIIPE.

“Saya mendapat informasi ada perusahaan elektronik asal Taiwan masuk ke JIIPE. Apalagi keberadaan Freeport yang cukup besar disana, bakal menarik industri berbasis logam, termasuk tembaga serta Industri lainnya,” imbuhnya.

KEK Gresik JIIPE merupakan Proyek Strategis Nasional pertama di Indonesia yang menggabungkan kawasan industri modern, pelabuhan laut dalam, dengan infrastruktur berkualitas tinggi dan kota mandiri bertaraf internasional.

JIIPE dibangun dengan total seluas 3.000 hektar yang dibagi menjadi kawasan industri seluas 1.761 hektar pelabuhan laut dalam seluas 400 hektar, dan area perumahan modern seluas 800 hektar. Saat ini KEK JIIPE telah memiliki 13 tenant dari industri chemical processing, makanan, konstruksi, dan smelter.

Untuk smelter nantinya dibangun dengan memiliki kapasitas produksi 2 juta ton itu, diproyeksi bisa mendongkrak industri nasional melalui hilirisasi mineral. Melalui produk hilirisasi di Indonesia bisa ada pabrik-pabrik yang akan menggunakan hasil pemurnian dari Freeport. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar