Iklan Banner Sukun
Ekbis

Proses Produksi dan Pengelolaan Lingkungan Petrokimia Gresik Diapresiasi Kemenperin

Gresik (beritajatim.com) – Kementrian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi proses produksi dan pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh PT Petrokimia Gresik. Perusahaan yang berdiri sejak 49 tahun itu mendapatkan penghargaan industri Level 5 atau yang tertinggi dari Kementerian Perindustrian.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyerahkan sendiri apresiasi tersebut kepada Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo.

“Proses produksi kami selalu mengkedepankan efisiensi sumber daya serta pengelolaan lingkungan yang baik,” ujar Dwi Satriyo Annurogo, Rabu (1/12/2021).

Ia menjelaskan melalui prinsip industri hijau yang konsisten, perusahaannya tetap meningkatkan daya saing usaha. Selain itu, juga menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian lingkungan hidup yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandasnya.

Masih menurut Dwi Satriyo, ada tiga program unggulan yang menjadikan kembali meraih penghargaan Level 5. Pertama, pengendalian pencemaran emisi NH3 (Amoniak) melalui inovasi alat “The New X-Scrubber System”, dimana alat ini mampu mereduksi emisi NH3 di Pabrik ZA I.

Selain dapat mencemari lingkungan dan berpotensi menimbulkan komplain dari masyarakat sekitar, emisi NH3 yang lepas di udara juga menjadi kerugian tersendiri bagi perusahaan karena bahan baku yang terbuang ke atmosfir.

“Inovasi ini tidak hanya mampu melindungi lingkungan sekitar dari pencemaran udara, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing usaha. Karena semakin sedikit emisi NH3 yang lepas ke udara, maka semakin banyak jumlah bahan baku yang dapat digunakan untuk proses produksi,” paparnya.

Kedua memanfaatkan air limbah sebagai air scrubber di unit Pupuk Fosfat I. Dengan demikian limbah yang mestinya dibuang mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Selanjutnya ketiga, menerapkan pembangunan berkelanjutan melalui konservasi mangrove di sejumlah daerah. Diantaranya Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Mengare. PRPM Mengare untuk pemberdayaan masyarakat pesisir Desa Tanjung Widoro, Kecamatan Bungah, Gresik melalui konservasi ekosistem pesisir dan ekowisata mangrove.

Penghargaan Industri Hijau merupakan program tahunan Kemenperin yang diberikan kepada industri nasional, yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, penggunaan bahan baku dan energi yang ramah lingkungan serta terbarukan. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati