Iklan Banner Sukun
Ekbis

Program Makmur, Harapan Baru  Produksi Tebu Nasional

Surabaya (beritajatim.com) – 20 ribu petani dari perkebunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group kini bisa menikmati pupuk non subsidi dengan harga terjangkau. Melalui Program Makmur sinergi dari Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) bersinergi dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group dipastikan petani kini tak perlu khawatir lagi.

Program Makmur merupakan merupakan program Kementerian BUMN untuk membantu meningkatkan produktivitas tanaman terutama tebu guna mencapai target swasembada gula pada 2024. Program Makmur mulai dijalankan dengan penanda-tanganan MoU antara PIHC dengan PTPN Group di Kantor Pusat PTPN XI pada Jumat (18/3/2022).

Hal ini disambut antusias oleh para direksi anak perusahaan PTPN Group salah satunya Direktur PTPN XI, R. Tulus Panduwidjaja yang optimis keberadaan pupuk lewat Program Makmur ini akan menambahkan bahan baku tebu (BBT) untuk pabrik gula PTPN XI. Sebab banyak tebu rakyat yang hanya di pupuk sekali setahun, bahkan ada yang tidak di pupuk karena mahalnya pupuk non subsidi.

“Tentunya produksi gula juga akan meningkat sebab 98 persen tebu kami merupkan tebu rakyat. Setidaknya akan ada 70 persen tebu petani yang membutuhkan Program Makmur ini,” ucap Tulus antusias.

Dirinya memaparkan tahun ini target PTPN XI terus naik yakni 4,8 juta ton  tebu giling  dengan produksi gula sebanyak 300.000 ton.

Lalu bagaimana Program Makmur ini menjadi solusi bagi petani. PIHC menjual pupuk diharga yang bersaing. Misalnya Urea yang harga pasarnya Rp 14 juta per ton, melalui Program Makmur yang didistribusikan PTPN kisaran harganya sekitar Rp 9 juta hingga Rp 10 juta per ton.

“Program Makmur ini, kami ingin berkontribusi dalam ketahanan pangan. Dan kami pastikan tidak ada penyimpangan pupuk karena melalui program ini sudah tahu ekosistem petani dengan industri yang menyerap hasil produksinya,” beber Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal usai MoU.

Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan selama ini yang selalu menjadi pertanyaan para petani dalam meningkatkan produktivitas adalah soal bagaimana cara menambahkan pupuk, permodalan usaha, dan harga pupuk yang fluktuasi.

“Nah, agar produktivitas dan rendemen tinggi tentu harus menambahkan pupuk sehingga Program Makmur ini akan memberikan kepastian kebutuhan pupuk dan sarana lainnya,” ujarnya.

Dipaparkan, Program Makmur sebelumnya telah berjalan tahun lalu dengan jumlah petani yang ikut serta sebanyak 5.000 petani dari setiap perusahaan perkebunan, sedangkan tahun ini menjadi 20.000 petani.

Direktur Produksi dan Pengembangan Holding PTPN III, Mahmudi menambahkan  tahun ini terdapat 104.000 hektar lahan perkebunan, dengan jumlah minat petani yang mengikuti program dengan luasan 60.000 ha atau 60 persen.

“Tugas PTPN Group adalah bagaimana bisa swasembada gula pada 2024 atau meningkat 3 kali dari tahun ini,” jelasnya.

Realisasi produksi gula nasional pada tahun lalu mencapai 770.000 ton atau naik 10 persen (Yoy), sedangkan kebutuhan konsumsi gula nasional mencapai 6 juta ton yang terdiri dari 2,7 juta ton gula konsumsi, dan sisanya gula untuk industri. Tahun ini  produksi gula diharapkan naik jadi 1,1 juta ton.

“Program Makmur yang sudah pernah berjalan terjadi peningkatan produktivitas, sebelumnya rerata hanya mampu memproduksi gula 5,03 ton/ha, dan saat ini bisa menjadi 10,5 ton/ha,” tandasnya.[rea]


Apa Reaksi Anda?

Komentar