Iklan Banner Sukun
Ekbis

Produsen Tahu Tempe di Bojonegoro Dapat Subsidi Kedelai

Tahu mentah siap didistribusikan kepada para konsumen.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Harga kedelai impor yang terus mengalami kenaikan membuat sejumlah produsen tahu dan tempe yang ada di Kabupaten Bojonegoro terpaksa mendatangi rumah dinas bupati untuk mencarikan solusi agar harganya bisa kembali stabil.

Perwakilan produsen tahu yang mendatangi rumah dinas bupati pada Kamis (5/7/2021) meminta agar Pemkab Bojonegoro turun tangan untuk memecahkan masalah tersebut. Pemkab Bojonegoro akhirnya memberikan subsidi kedelai kepada 147 produsen tahu dan tempe.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengatakan, hal ini merupakan perhatian pemerintah pada pelaku industri tahu dan tempe di Kabupaten Bojonegoro. Sebab, berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, harga kedelai impor naik menjadi Rp12 ribu per kilogram.

“Diharapkan bantuan ini memberikan daya dorong untuk pemutaran dan pemulihan ekonomi,” ujar Bupati Anna, Selasa (10/8/2021).

Sekadar diketahui, Bupati Bojonegoro sebelumnya mengundang para produsen tahu ke rumah dinas dan menerima beberapa masukan. Saat acara, Bupati Anna di dampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kepala Dinas Perdagangan dan UMKM dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat).

Dalam dua bulan ini (Juni-Juli), sudah mendata dan saling bersinergi dengan para produsen di Ledok Kulon. Keluhan tersebut lalu dirapatkan bersama-sama dan hasilnya, Pemkab Bojonegoro akan menggelontorkan Rp267 juta untuk subsidi kedelai.

“Jika dirata-rata, satu produsen tahu dan tempe akan mendapatkan kurang lebih Rp1,8 juta setiap produsen,” pungkasnya.

Sebelumnya, menurut salah seorang produsen tahu asal Kelurahan Ledok Kulon Kabupaten Bojonegoro Pranyoto, mahalnya harga bahan dasar pembuatan tahu itu membuat cost produksi juga bertambah. Untuk tetap bertahan memproduksi tahu, produsen mengaku lebih memperkecil ukuran tahu yang diproduksi dengan mengurangi takaran.

“Misalnya biasanya untuk satu wadah menggunakan kedelai 7 kg, sekarang dikurangi 1 kg,” ungkapnya. [lus/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar