Ekbis

Produsen Jamu Rumahan di Mojokerto Kebanjiran Pesanan

Mustiko Romadhoni PW (26) warga Dusun Pasinan, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto menunjukkan jamu rumahan produksinya. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Produsen jamu rumahan di Mojokerto kebanjiran pesanan. Ini setelah warga percaya, jamu dengan kandungan beragam tanaman herbal dapat meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga bisa menangkal virus corona.

Salah satu produsen jamu rumahan di Mojokerto yakni, Mustiko Romadhoni PW (26) warga Dusun Pasinan, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Meski baru dua bulan produksi, namun permintaan jamu miliknya kebanjiran pesanan hingga luar Mojokerto.

“Saya baru mulai usaha ini 2 bulan lalu. Hasil olahan empon-empon seperti jahe merah, jahe emprit, kunyit putih, temulawak diolah dalam bentuk bubuk kering kemudian dikemas dengan berat 200 gram. Untuk penjualannya, saya ada agen,” ungkapnya, Jumat (6/3/2020).

Masih kata Romadhoni, jamu rumahan miliknya dikemas dalam bentuk kemasan siap saji sehingga mempermudah para pembeli untuk menikmati jamu siap minum. Pembeli tak lagi direpotkan untuk meracik empon-empon tersebut karena sudah tersedia dalam bentuk bubuk.

“Sejak 4 hari kemarin, ramai dicari. Sekarang setiap agen minta 30 sampai 40 pcs dalam sehari. Saya ada 3 agen, di Puri, Mojoanyar dan Bangsal. Padahal sebelumnya, setiap agen hanya mampu menjual 3 sampai 5 pcs saja, mulai ramai sejak virus Corona,” katanya.

Tak hanya mencukupi kebutuhan untuk ketiga agennya saja, sejak ramai diperbicangkan jika empon-empon bisa menangkal virus Corona, ia juga mendapat permintaan dari Malang dan Jakarta. Di Malang, ia kerjasama dengan teman yang punya warung kopi. Sebelumnya, permintaan 3 hingga 5 pcs setiap hari.

“Tapi saat ini bisa 30 sampai 40 pcs pernah hari. Untuk Jakarta, saat ini dalam seharinya antara 40 sampai 50 pcs. Padahal Sebelumnya hanya meminta dikirimi 5 sampai 10 pcs saja dalam sehari. Permintaan dari ibu kota tersebut bukan agen yang secara sengaja saya bentuk,” ujarnya.

Namun melainkan pelanggan yang baru saja bergabungnya sejak satu minggu yang lalu. Meski banjir pesanan, namun ia tidak memanfaatkan kondisi tersebut. Ia tetap mematok harga seperti sebelumnya pada waktu belum ramainya masyarakat berburu empon-empon.

“Harga tidak sama antara di Mojokerto dengan luar kota, untuk Mojokerto Rp15 ribu per pcs. Untuk agen yang di Malang harganya Rp18 ribu per pcsnya. Karena Jakarta paling jauh, saya patok harga Rp20 ribu per pcs. Jamu memang banyak khasiatnya, mengobati maag, gangguan pencernaan, infeksi usus dan berbagai macam penyakit lainnya,” jelasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar