Ekbis

Produksi Tembakau di Tuban Melimpah, Harga Tetap Stabil

Sejumlah pekerja home industri tembakau saat menyortir tembakau sebelum dikeringkan

Tuban (beritajatim.com) – Musim kemarau tahun ini menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, pasalnya hasil produksiĀ  di beberapa wilayah Kabupaten Tuban terbilang sangat melimpah dengan kualitas yang bagus, Rabu (2/10/2019).

Selain hasil yang melimpah, kondisi harga tembakau Tuban khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Plumpang, juga cenderung stabil. Pasalnya, di wilayah tersebut terdapat industri rumahan yang mengolah daun tembakau menjadi tembakau jadi.

Data yang dihimpun beritajatim.com, salah satu desa yang cocok untuk tanaman tembakau adalah area persawahan Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang. Puluhan petani di desa tersebut memanfaatkan musim kemarau seperti ini dengan menanam tembakau. “Tiap tahun kalau kemarau ya tanam tembakau,” ungkap salah satu petani.

Pada musim panen tembakau tahun ini, harga daun tembakau cenderung stabil. Untuk harga daun tembakau pada petik pertama itu sudah Rp 2.000 perkilogram. Kemudian terus naik lima ratus rupiah hingga seribu rupiah pada petik daun kedua dan seterusnya.

Proses pengeringan tembakau sebelum di pasarkan

“Untuk harga duannya sekarang ini bisa sampai Rp 3.500 sampai dengan Rp 4 ribu per kilo. Memang tembakau dari sini kualitasnya bagus,” ungkap Siswanto (40), yang merupakan pengusaha pengolahan tembakau warga Dusun Ngayung, Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang.

Siswanto yang sudah bertahun-tahun menjadi pengusaha pengolahan tembakau itu menyatakan bahwa untuk saat ini tembakau kering dijual dengan harga Rp 70 ribu sampai dengan Rp 75 ribu per kilogram. Tembakau yang diolah oleh Siswanto merupakan tanaman dari petani sekitar desa itu.

“Biasanya setiap hari kita bisa produksi sekitar 350 kilogram. Dan hasilnya tembakau yang sudah dirajang dan kering ini kita pasarkan di wilayah Tuban, seperti di Kecamatan Kerek, di pasar-pasar sudah terkenal,” tambah Siswanto.

Pengolahan tembakau yang dilakukan oleh Siswanto itu hanya pada musim kemarau. Pada setiap musim tembakau itu dia bisa melakukan produksi 3 sampai dengan 4 ton tembakau kering. [mut/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar