Ekbis

Produksi Padi di Kabupaten Mojokerto Surplus 68.000 Ton

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi panen raya di lahan persawahan Desa Persanggrahan Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Produksi petani padi di Kabupaten Mojokerto sampai bulan April mencapai 14.500 hektar atau cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Mojokerto selama lima bulan ke depan. Produksi padi di Kabupaten Mojokerto surplus sampai 68 ribu ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko mengatakan, kebutuhan gabah kering di Kabupaten Mojokerto ditargetkan 350 ribu ton. “Saat ini, kita siap 203 ribu ton beras. Kebutuhan masyarakat Kabupaten Mojokerto 125 ribu ton, kita surplus sampai 68.000 ton,” ungkapnya, Selasa (21/4/2020).

Untuk panen sampai bulan April, lanjut Teguh, sudah mencapai 14.500 hektar sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Mojokerto selama lima bulan ke depan. Pihaknya juga menyiapkan kebutuhan hasil pertanian lain seperti kedelai, bawang merah, juga kebutuhan protein hewani di sektor peternakan.

“Kebutuhan protein hewani, kita atur di program Sikomanda. Program ini berfokus untuk meningkatkan produktifitas anakan sapi. Dari bulan Januari-April, kita sudah menghasilkan 7.200 anakan sapi dari program ini,” jelasnya saat panen raya bersama komunitas Mari Sejahterakan Petani (MSP) di Desa Persanggrahan Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Penggiat Komunitas MSP, Eliya Joko Sumbodo mengatakan, varietas MSP yang tengah di panen ini mulai ditanam sejak tahun 2009 silam. “Pergerakannya sporadis, hingga bisa bertahan sampai kini. Komunitas ini berawal dari kecintaan dan hobi dari pertanian. Kami juga bergerak di bidang pertanian organik, pupuk padat dan cair untuk mengurangi kimia,” katanya.

Masih kata Eliya, ia juga menyalurkan varietas MPS tersebut di masing-masing desa yang ada di Kabupaten Mojokerto. Komunitas MPS juga sampaikan kepada masyarakat, jika menggunakan varietas MSP potensi hasil panen bisa naik. Sementara harga beli varietas tersebut juga di atas harga pasar.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, sebagai salah satu upaya bersama menjaga ketahanan pangan saat pandemi Covid-19, Pemkab Mojokerto mencoba menerapkannya dengan membeli langsung hasil tani. Nantinya, hasil pertanian akan disalurkan sebagai logistik sembako pada masyarakat terdampak Covid-19 di Kabupaten Mojokerto.

“Gabah para petani ini nantinya akan segera diproses lebih lanjut menjadi beras. Nanti hasilnya akan kita beli untuk kita salurkan pada masyarakat terdampak Covid-19. Ini salah satu upaya kita bersama menyediakan kebutuhan pangan di tengah pandemi sekarang,” ujarnya.

Menghadapi pandemi Covid-19, Bupati juga tak lupa untuk selalu menekankan masyarakat agar menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menaati aturan pemerintah terkait protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Seperti pakai masker saat keluar rumah, terapkan physical distancing, di rumah saja kalau tidak ada kepentingan.

“Karena beberapa daerah di Jawa Timur, bahkan sudah ada yang mengajukan PSBB. Kepada para petani kami berikan masukan agar hasil pertanian bisa maksimal, harus ada pencocokan bibit dengan lahan karena hasil panen yang baik itu ada di pemilihan bibit. Namun selain itu, harus cocok juga dengan tanahnya. Tidak ada benih unggul nasional, yang ada benih unggul lokal. Karena bibit itu, harus dilihat juga dari tanahnya juga seperti apa,” pungkasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar