Ekbis

Produksi Cowek Bojonegoro Bertahan di Tengah Persaingan Bumbu Kemasan

Zaenal salah seorang pengrajin cowek sedang menghaluskan cowek yang diproduksinya.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Di tengah mudahnya mendapat bumbu dan resep makanan berupa kemasan, produksi cowek yang ada di Kabupaten Bojonegoro masih bertahan. Cowek merupakan alat yang digunakan untuk menghaluskan bumbu dapur.

Salah seorang pengrajin cowek asal Kelurahan Jetak Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro Zaenal mengatakan, sejauh ini pihaknya masih memproduksi cowek dan uleg-uleg karena masih ada peminat. Biasanya dia memasarkan hasil produksinya ke pasar tradisional. “Selain itu biasanya masih ada pesanan dari luar daerah,” ujarnya, Kamis (16/7/2020).

Dia sehari mengaku bisa memproduksi cowek dan uleg-uleg sebanyak 50 buah. Alat produksi yang digunakan masih secara manual. Bengkel untuk memproduksi alat dapur itu di tepi Sungai Bengawan Solo. Di sana, proses produksi hingga finishing dilakukan berdua.

Produksi Cowek dan uleg-uleg ini butuh waktu. Bahan dasar yang digunakan dari bahan semen. Setelah dicetak bahan setengah jadi itu kemudian direndam dalam air, agar campuran semen dengan arang itu bisa padat. Setelah itu baru proses finishing dengan cara dihaluskan.

Zaenal tetap memproduksi cowek dan uleg-uleg ditengah persaingan banyaknya bumbu dapur yang sudah dalam bentuk kemasan karena yakin masih ada peminatnya. Bumbu dapur kemasan yang dijual sekarang apalagi banyak macam, baik sambal kemasan, resep sayur dan lain sebagainya. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar