Iklan Banner Sukun
Ekbis

Praktik Rentenir Berkedok Koperasi Simpan Pinjam Marak di Kabupaten Pasuruan

Pasuruan (beritajatim.com) – Selain Pinjaman online yang saat ini lagi ramai dibicarakan di media massa, praktik rentenir berkedok Koperasi Simpan Pinjam (KSP) juga banyak ditemukan di Kabupaten Pasuruan.

Hal ini menyebabkan masyarakat yang berada di kalangan menengah ke bawah, terlilit hutang yang ditawarkan rentenir. Praktik rentenir berkedok koperasi ini beroperasi dengan cara keliling ke kampung-kampung dan warung-warung.

Menurut pantauan beritajatim.com, alamat kantor koperasi ini sebagian besar berada di luar Pasuruan, seperti Kabupaten Probolinggo dan Malang. Rentenir ini nantinya akan menawarkan pinjaman dengan sasaran ’emak-emak’ Pedagang Kaki Lima (PKL), hingga Ibu Rumah Tangga (IRT). Bunga pinjaman ke KSP keliling itu cukup besar, sekitar 30 persen.

Salah seorang pegawai KSP keliling, pria berinisial WF mengatakan, syarat untuk meminjam uang di KSP tempatnya bekerja cukup mudah. Calon nasabah cukup menyerahkan fotokopi KTP, KK dan memiliki usaha.

“Nasabah yang nantinya akan mengutang di saya cuma dimintai KTP, KK, dan memiliki usaha sendiri, yang penting tahu rumahnya,” ujar WF kepada, beritajatim.com, Rabu (27/10/2021) siang.

Bunga yang ditetapkan ditempat kerjanya, sambung WF, sekitar 30 persen dari pokok pinjaman. Misalnya nasabah pinjam Rp 1 juta, maka cicilannya Rp 130 per pekan selama 10 kali, sehingga total uang yang harus dibayar nasabah Rp 1,3 juta.

“Selain itu, juga ada potongan administrasi saat meminjam sebesar 20 persen. Jadi jika meminjam Rp 1 juta, maka peminjam hanya menerima Rp 800 ribu, itu kebijakan dari kantor,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Kabupaten Pasuruan, Trijono Isdijanto mengatakan, dalam aturannya KSP tidak diperbolehkan meminjamkan uang ke masyarakat yang bukan anggota koperasi itu sendiri. “Meminjamkan uang diluar anggota itu boleh, asalkan yang dipinjami mau menjadi calon anggota. Kalau meminjamkan uang ke masyarakat tidak boleh, aturannya seperti itu,” kata Trijono.

Trijono menambahkan, ada sanksi terhadap KSP yang nekad meminjamkan uang kepada warga yang bukan anggota koperasi. Namun, sanksi benar-benar diberikan jika memang ada pelanggaran yang disertai laporan. “Sangsi yang diberikan, biasanya ada laporan dan bukti-bukti, kemudian dirapatkan lalu ada keputusan sangsi,” jelasnya. (ada/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar