Iklan Banner Sukun
Ekbis

PPKM Darurat Sulitkan Pelaku UMKM di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Dampak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kabupaten Pamekasan, sangat menyulitkan para pelaku ekonomi khususnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Masa PPKM Darurat akibat pandemi Coronavirus Disease 2019, diterapkan pemerintah dalam rangka mengantisipasi, mencegah sekaligus memutus rantai penyebaran Covid-19. Justru mengakibatkan segala aktivitas terganggu, termasuk sektor ekonomi masyarakat.

“Dari awal kami sudah mendorong agar para pelaku UMKM memasarkan produk dengan memanfaatkan internet selama PPKM. Sehingga mereka tidak bertahan dengan cara tradisional dan konvensional, tapi juga digital dan online,” kata Plt Kepala Disperindag Pamekasan, Achmad Sjaifuddin, Selasa (19/10/2021).

Dorongan tersebut bukan tanpa alasan, sebab kebijakan PPKM justru menjadikan aktivitas masyarakat sangat terbatas. Termasuk aktivitas jual beli yang juga tidak berjalan sebagaimana mestinya, di mana selama ini transaksi jual beli berlangsung secara tatap muka.

“Terlebih dengan menerapkan model penjualan digital atau online, para pelaku UMKM dapat mengembangkan atau melebarkan akses pasar mereka. Tidak kalah penting juga dapat membuat usaha mereka tetap bertahan di tengah pandemi,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menjelaskan jika banyak pelaku UMKM yang sudah menerapkan sistem internet dengan menjajakan produk mereka secara daring. “Selama PPKM, pengguna internet di Pamekasan mengalami lonjakan sangat signifikan, termasuk para pelaku UMKM,” tegasnya.

“Dar itu kami berharap pandemi ini segera berakhir, sehingga kita semua dapat kembali beraktivitas dengan normal. Tidak terkecuali bagi para pelaku UMKM yang tentunya sangat menginginkan produk mereka kembali laris manis,” harap pria yang akrab disapa Pak Achmad.

Memang selama masa PPKM diterapkan, sejumlah pelaku UMKM mulai mengalami berbagai kesulitan khususnya dalam memasarkan produk. Bahkan sebagian di antara mereka juga ada yang terpaksa gulung tikar akibat pandemi Covid-19.

Namun sebagian pelaku UMKM lainnya, juga ada yang tetap bertahan di tengah pandemi dengan menerapkan model jualan daring alias online. Sekalipun untuk katagori harga relatif lebih mahal dinandingkan transaksi konvensional. [pin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar