Ekbis

Potensi Terong dan Bayam sebagai Brownis dan Sosis

Pamekasan (beritajatim.com) – Terong dan bayam yang biasa dijadikan sebagai pelengkap masakan, ternyata dapat diolah menjadi sebuah produk potensial dan menjanjikan. Semisal brownis terong maupun sosis bayam.

Hal tersebut digagas oleh mahasiswa peserta Perkuliahan Kerja Nyata (PKN) XXV IAI Al-Khairat Pamekasan, yang melakukan proses pengabdian di Desa Bandungan, Kecamatan Pakong. Di mana sayuran buah dan sayuran daun, mereka poles menjadi sebuah produk menjanjikan.

Bahkan sebagai bentuk keseriusan mereka menggagas jenis sayuran menjadi sebuah produk, ditunjukkan dengan kegiatan Training Pengelohan Hasil Pertanian bagi masyarakat Desa Bandungan, Pakong, yang digelar di salah satu rumah warga di desa setempat, Jum’at (21/8/2020).

“Melimpahnya air di desa (Bandungan) ini banyak dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk bercocok tanam, salah satunya dengan menanam tanaman sayur berupa terong dan bayam,” kata Koordinator Pos 13 Desa Bandungan, Alimatuzzahro.

Hanya saja selama ini, jenis sayuran tersebut cenderung hanya digunakan sebagai menu pelengkap nasi semata dan terkadang dijual ke pasar dengan cara tradisional. Padahal terdapat potensi lain dari dua jenis sayuran tersebut selain hanya dijadkikan sebagai sop ataupun kuah makanan.

“Berdasar hasil observasi kami bersama rekan-rekan di lapangan, sayuran buah terong maupun sayuran daun bayam sangat mudah didapatkan di Desa Bandungan. Bahkan tidak jarang masyarakat justru membiarkan dua jenis sayuran ini tidak dimanfaatkan (tidak dipanen), terlebih harga jual di pasaran juga sangat murah,” unykapnya.

Melalui program KKN Kerja Sosial dengan menerapkan praktik pengabdian berbasis Participatory Action Research (PAR). Pihaknya mencoba memanfaatkan dua jenis sayuran untuk dijadikan sebagai produk yang berorientasi pada aspek kesejahteraan masyarakat, khususnya dari sektor ekonomi masyarakat.

“Melalui training ini kita harapkan nantinya akan muncul kesadaran masyarakat akan pentingnya salah satu potensi desa yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Apalagi keberadaan dua jenis sayuran ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk untuk pemasukan yang sangat potensial,” jelasnya.

Dari itu pihaknya berharap kegiatan yang diikuti kalangan perempuan desa, nantinya dapat menjadi aspek pendukung untuk perekonomian masyarakat. “Training ini kita memperkenalkan teknik pembuatan produk brownis terong dan sosis bayam, termasuk model kemasan hingga pola marketing,” imbuhnya.

“Tidak kalah penting melalui kegiatan ini, kami juga mengajak masyarakat agar lebih kreatif, apalagi pola pemasaran produk ini cukup banyak cara. Semisal dijual di toko-toko, bazar makanan atau bahkan dijual via online. Apalagi produk ini relatif tahan lama dan tidak cepat basi,” pungkasnya. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar