Ekbis

Potensi Produksi Khas Pamekasan di Pasar Internasional

Pamekasan (beritajatim.com) – Berbagai jenis produksi khas kabupaten Pamekasan, khususnya produksi batik tulis dinilai sangat berpotensi menjangkau semua lapisan maupun kalangan jika dipasarkan melalui sistem daring alias online.

Hal itu disampaikan Ranger Komunitas BukaLapak Surabaya, Wahyu Prihantono saat memberikan materi dalam kegiatan Seminar Internasional yang digagas Bappeda Pamekasan, dalam rangka memeriahkan Hari Jadi (Harjad) Ke-489 Kabupaten Pamekasan di Mandhepa Agung Ronggosukowati, Sabtu (26/10/2019) lalu.

Bahkan pihaknya menyampaikan jika saat ini terdapat sejumlah warga Pamekasan, yang sudah bergabung dengan komunitas yang dipimpinnya. Guna memasarkan berbagai produk yang menjadi khas daerah berslogan Bumi Gerbang Salam, salah satunya produk batik tulis yang menjadi destinasi dan kebanggaan masyarakat Indonesia.

“Prinsipnya terdapat tiga pilar dalam mempromosikan pengembangan bisnis di era 4.0, yakni marketplace, online payment dan logistict. Bahkan berdasar data yang kami miliki, ternyata sebanyak 86 persen masyarakat membeli produk atau jasa secara online,” kata Wahyu Prihantono.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan tercatat sebanyak 107 juta masyarakat melakukan transaksi atau pembelian online berdasar statista market outlook pada Januari 2019 lalu. Jumlah tersebut lebih tinggi 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Berdasar catatan tersebut, terdapat sebanyak 16 juta lebih pengguna dari sekitar 4 juta UMKM (Usaha Kecil Menengah Makro). Serta lebih dari 4 juta kunjungan yang kami terima, salah satunya dari komunitas yang ada di kabupaten Pamekasan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, total produk via daring juga mulai merambah pasar internasional melalui lima negara potensial. Di antaranya Brunai Darussalam, Hong Kong, Malaysia, Singapura dan Taiwan. “Bahkan tidak kalah penting, tercatat lebih dari 100 kota dan kabupaten di Indonesia sudah terbentuk komunitas. Tidak terkecuali di Pamekasan,” jelasnya.

Sementara Bupati Pamekasan, Badrut Tamam juga mendorong para perajin batik tulis di daerah yang dipimpinnya bisa memasarkan hasil kerajinan via online. Sehingga jangkauan pasar batik tulis semakin luas. “Melalui pemasaran online, produk yang akan kita jual tidak hanya bisa dibeli masyarakat Madura. Bahkan bisa hingga ke luar negeri,” kata Badrut Tamam.

“Maka dari itu kita sengaja mengundang para pakar dan pihak kompeten dalam kegiatan ini sebagai upaya bisa menularkan ilmu kepada kita semua tentang bagaimana strategi kedepan untuk produk UMKM. Termasuk jenis produk lain yang memiliki daya saing hingga ke pasar internasional,” sambung bupati muda yang akrab disapa Ra Badrut.

Dalam momentum tersebut pihaknya juga menyampaikan jika batik tulis khas Pamekasan sudah mulai merambah pasar internasional melalui promosi batik yang dibawa hingga ke Tanzania. Bahkan Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Tanzania, Ratlan Pardede juga mewajibkan para staf keduataan berseragam batik Indonesia, salah satunya batik Pamekasan.

“Seminar ini merupakan salah satu langkah konkrit yang kita ambil dalam rangka mendorong perkembangan industri kecil dan menengah, sebab hal ini juga sejalan dengan visi misi serta program prioritas pemerintah kabupaten Pamekasan. Salah satunya mendorong perekonomian inklusif,” tegasnya.

Tidak kalah penting, seminar tersebut juga menjadi momentum karena Pamekasan sangat kaya dengan berbagai jenis sektor UMKM maupun potensi lokal lainnya. Termasuk potensi pariwisata. “Pada sektor UMKM kita memiliki potensi lokal mempuni, selain batik tulis juga ada produk olahan ikan hingga rumput laut. Termasuk pada sektor lain semisal sapi, garam maupun tembakau,” bebernya.

“Dari itu kami berharap melalui kegiatan ini nantinya bisa mendorong perkembangan sektor ekonomi melalui pola pemasaran yang bagus, sehingga pada akhirnya akan menghasilkan keuntungan yang bagus pula. Tentunya demi mewujudkan masyarakat makmur dan sejahtera melalui spirit Pamekasan Hebat,” pungkasnya. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar