Iklan Banner Sukun
Ekbis

Porter Meraup Rezeki di Momen Mudik Lebaran Idulfitri di Ponorogo

Salah satu porter di terminal Seloaji yang membawakan barang-barang penumpang. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Senyum sumringah terpancar dari wajah para porter (orang yang membawakan barang orang lain) saat penumpang bus turun di Terminal Tipe A Seloaji Ponorogo. Ya, pekerjaan porter adalah menjual jasa, tentu untuk menarik perhatian, mereka harus menunjukkan mimik muka ramah supaya tenaganya digunakan untuk membawakan barang sang penumpang.

Belasan porter yang ada di Terminal Seloaji Ponorogo ini, beberapa hari ini lebih sibuk dari hari-hari biasanya. Momen arus mudik dan arus balik lebaran Idulfitri tahun ini, menjadikan porter ketiban rezeki.

Mobilitas penumpang yang tinggi, tentu banyak jasa porter yang akan digunakan membawa barang penumpang. Baik itu penumpang yang pulang ke kampung halaman, maupun yang akan kembali ke kota atau kabupaten tujuan.

“Alhamdulillah, lebaran Idulfitri ini, Pemerintah mengizinkan warganya untuk mudik. Jadi beberapa hari ini, ramai sekali penumpang dan rezeki buat kami, para porter,” kata Salah satu porter di Terminal Tipe A Seloaji Ponorogo, Kasemin saat ditemui awak media, Jumat (6/5/2022).

Laki-laki berumur 55 tahun itu mengenang adanya pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal tahun 2020 lalu. Saat itu, ibarat petaka buat mereka. Banyak masyarakat yang pilih berdiam diri di rumah. Mereka takut menggunakan kendaraan umum untuk bepergian.

Alhasil, jasanya pun sepi seiring dengan jarangnya ada penumpang yang mau berangkat atau tiba di terminal yang berada di pinggiran utara kota reog tersebut. Terlebih lagi, di momen 2 lebaran Idulfitri terakhir, Pemerintah melarang masyarakat untuk mudik.
“Jaman pandemi Covid-19 lalu, sangat sepi sekali. Waktu itu lebaran juga sepi, karena Pemerintah melarang untuk mudik,” katanya.

Kasemin sangat bersyukur, tahun ini mudik bisa diperbolehkan lagi oleh Pemerintah. Artinya pundi-pundi uang menanti atas jasa porter yang dilakukannya. Seperti momen sekarang ini yang ramai akan pemudik, sehari Kasemin bisa mengantongi uang sebesar Rp 100 ribu. “Beberapa hari ini ramai, jadi bisa dapat uang Rp 100 ribu. Saat sepu gitu, bisa hanya dapat Rp 25 ribu,” katanya.

Dalam menawarkan jasa bantu angkut barang penumpang ini, Kasemin mengaku Ia dan teman-temannya tidak menentukan tarifnya. Dia menyebut uang jasanya seiklasnya dari si penumpang yang membutuhkan jasanya.

“Tidak mesti tarifnya, ya seiklasnya. Ada yang kasih Rp 15 ribu, Rp 10 ribu, hingga ada yang hanya memberikan Rp 5 ribu,” katanya yang mengaku sudah menjadi porter selama 22 tahun.

Jasa porter di Terminal Tipe A Seloaji Ponorogo pun, saat ini juga sudah tertib. Ada jadwalnya. Dimana satu bus yang datang, pertama dihandle satu porter dulu. Jika sudah ada penumpang yang memakai jasanya, baru diikuiti oleh urutan porter yang sudah terjadwal tersebut.

“Sebelum porter itu belum medapatkan jasa angkut barang, maka ya belum diganti. Diganti saat porter yang terjadwal itu sudah dapat orederan. Ini dilakukan supaya belasan porter ini tidak rayaan,” pungkasnya. [kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar