Iklan Banner Sukun
Ekbis

Porang Olahan Asal Gresik Diekspor ke China

Gresik (beritajatim.com) – Tanaman porang yang diolah kini jadi primadona bagi eksportir industri kecil dan menengah (IKM). Komoditas tersebut sangat potensial dikembangkan. Pasalnya, umbi porang mengandung glukomanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan berfungsi sebagai bahan baku berbagai macam industri.

Salah satu IKM yang mengekspor umbi porang dalam bentuk olahan adalah PT Hayomi Agro Indonesia (HAI). IKM asal Desa Domas, Kecamatan Menganti, Gresik itu melakukan ekspor perdana umbi porang yang telah diolah menjadi tepung porang ke negara China rata-rata sebesar 50 ton.

Plt Ditjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementrian Perindustrian Reni Yanita menuturkan, porang Indonesia tidak mengandung senyawa trimetilamin (TMA), sehingga tepung porang yang dihasilkan tidak berbau amis. Hal ini yang membuat porang Indonesia sangat diminati oleh pasar luar negeri.

“Saat ini permintaan global terhadap produk turunan umbi porang sangat tinggi dengan pertumbuhan ekspor tahun 2020 mencapai sebesar 23,35 persen. Adapun tiga besar negara tujuan ekspor yakni China, Thailand dan Malaysia,” usai Pelepasan Ekspor Program Implementasi Sistem Keamanan Pangan, di Desa Domas, Kecamatan Menganti, Gresik, Rabu (20/10/2021).

Masih menurut Reni Yanita, ekspor porang sebenarnya sudah lama dilakukan. Namun, saat ada pandemi covid-19, ekspornya sempat menurun. Tapi setelah melandai ditingkatkan lagi. Sebab, kebutuhan di pasar global sangat tinggi. Bukan hanya untuk olahan makanan saja melainkan buat olahan kosmetika.

“Dulu tanaman ini diekspor dalam bentuk mentahan. Tapi karena nilainya tambahnya sedikit sekarang diekspor dalam bentuk chip atau potongan serta sudah diolah,” paparnya.

Reni Yanita menambahkan, kendati tanaman porang sangat melimpah. Tetapi, suplainya dari petani kurang kontinyu. Hal inilah yang menjadi kendala bagi importir dan menjadi tugas institusinya untuk terus mengawal tanaman porang yang akan menjadi andalan ekspor di tahun 2022.

Seperti diketahui, dalam industri makanan, olahan porang dan ekstrak glukomanan selanjutnya digunakan dalam pembuatan mi shirataki, beras konyaku, pasta porang dan pengental. Sedangkan pada industri kosmetik, olahan porang digunakan dalam pembuatan pembersih wajah, masker wajah, serta bahan pengisi dan pengikat tablet. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar