Iklan Banner Sukun
Ekbis

Ponorogo Berpotensi Jadi Kabupaten Kreatif di Indonesia

Pemaparan tim PMK3I Kemenparekraf RI di Pendopo Agung Ponorogo. (Foto: Endra Dwiono/Beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Tim Program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) baru-baru ini berkunjung ke Ponorogo. Selama empat hari pada 11-14 April 2022, Tim PMK3I melakukan uji petik program tersebut.

Hasilnya, Kabupaten Ponorogo resmi masuk dalam ekosistem kabupaten/kota kreatif di Indonesia. Kabupaten Ponorogo ditetapkan sebagai Kabupaten Kreatif Indonesia dengan subsektor ekonomi kreatif (ekraf) unggulan seni pertunjukan Reog Ponorogo.

Wakil Bupati Lisdyarita mengaku sangat bangga daerahnya masuk dalam jejaring kabupaten/kota kreatif di Indonesia. Dengan begitu, daya tarik Kabupaten Ponorogo di mata wisatawan dan investor akan semakin besar.

“Ini sebagai modal yang baik untuk terus berkembang,” kata Bunda Lisdyarita sapaannya, Jumat (15/4/2022).

Menurut Lisdyarita, kreativitas dan platform digital harus dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi saat ini. Petunjuk dan catatan dari tim PMK3I Kemenparekraf harus ditindaklanjuti agar sektor pariwisata Ponorogo semakin maju dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Demi menjaga ekosistem yang baik ini, pihaknya akan sering menggelar event baik dalam skala lokal hingga nasional. Selain subsektor pertunjukan, juga akan melibatkan subsektor kuliner dan kriya di Ponorogo.

Masuknya Kabupaten Ponorogo menjadi kabupaten/kota kreatif di Indonesia, membuat bumi reog ini juga berpeluang menjadi kota kreatif dunia. Sebab, Kabupaten Ponorogo bisa berpotensi didaftarkan di UNESCO Creative Cities Network (UCCN) yang berupa jaringan kota kreatif dunia.

“Ini tentu menjadi penyemangat kami yang tengah berjuang dalam memperjuangkan Reog menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) UNESCO,” katanya.

Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Hariyanto, menyebut dari 17 subsektor ekraf yang diuji beberapa hari ini, Kabupaten Ponorogo menonjol di subsektor kuliner, kriya dan pertunjukan. Sehingga tim PMK3I menyepakati subsektor seni pertunjukan merupakan subsektor unggulan di Ponorogo.

“Subsektor unggulan ini harus mendongkrak dua subsektor lainnya, yakni kuliner dannkriya di Ponorogo,” ungkap Hariyanto.

Peluang terbuka menjadi kabupaten/kota kreatif di Indonesia sudah di depan mata. Untuk itu, setahun ke depan, Kemenparekraf RI akan memantau sejauh mana usaha Kabupaten Ponorogo mengembangkan ekonomi kreatifnya.

“Tinggal menunggu penetapan dari Pak Menteri Sandiaga Uno. 17 subsektor ada dan berkembang di Ponorogo dan yang menjadi unggulan subsektor pertunjukan,” pungkasnya. (end/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar