Ekbis

PLN Targetkan Pulau Terluar Harus Terang

Surabaya (beritajatim com) – PT PLN (Persero) sebagai BUMN dengan aset terbesar mencapai Rp1.377 triliun. PLN mengklaim kondisi elektrifikasi nasional sudah mencapai 98,3%. Dengan upaya melistriki Indonesia berlangsung di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh, Nias dan seluruh Kepulauan Sumatera bagian Utara sampai ke Ternate, Sorong, dan Jayapura.

Itu sebabnya dengan tagline ‘Electricity Energy Optimism for A Better Life’, PLN berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan Deep & Extreem Indonesia (DXI) 2019, sebuah perhelatan besar tahunan yang menghadirkan pameran, lomba dan diskusi seputar olah raga wisata bahari, selam, ajang petualangan outdoor ekstrem, yang kini memasuki tahun penyelenggaraan ke-13.

“Kesertaan PLN dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen PLN menerangi seluruh daerah di Indonesia, termasuk pulau dan daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), yang sangat berpotensi menjadi daerah tujuan wisata, termasuk juga wisata ekstrim, yang semangatnya diusung dalam penyelenggaraan DXI 2019,” papar I Made Suprateka, Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN (Persero) dalam kesempatan persiapan pelaksanaan pameran akhir Maret lalu.

Mendorong Ekonomi Bertumbuh

Made menjelaskan, sehubungan dengan hal tersebut, PLN juga memiliki satu program yang dinamakan Program Listrik Pedesaan. Sampai bulan Desember 2018, jumlah desa yang sudah teraliri listrik mencapai 79.041 desa. Selama tahun 2015 sampai 2018, jumlah tambahan desa yang teraliri listrik mencapai 9.504 desa berlistrik.
“Dengan mengaliri desa dan juga menerangi daerah-daerah 3T, maka akan mendorong ekonomi setempat bertumbuh. Dengan bertumbuhnya ekonomi, akan berdampak pula meningkatnya kesejahteraan masyakat di daerah tersebut. Maka hal tersebut secara tidak langsung juga berdampak mempersatukan Indonesia, sekaligus mengangkat harkat hidup manusia,” jelas Made.

Proses Transformasi

Secara terpisah, Ketua Panitia DXI 2019 Dharmawan Sutanto menjelaskan di Jakarta, Minggu (7/4), DXI 2019 merupakan transformasi dari event Deep and Extreme Indonesia yang sudah digelar sejak 2007 di Jakarta. Tahun ini gelaran yang diselenggarakan di Hall B Jakarta Convention Center, Senayan pada 4-7 April 2019, dibuka secara resmi oleh Ali Mochtar Ngabalin, selaku Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, sekaligus juga menjabat sebagai Ketua POSSI (Persatuan Olahraga Selam Selurh Indonesia) – Jakarta.

Menurut Dharmawan, DXI adalah even yang sudah lama dinantikan masyarakat, khususnya para penyelam, pelaku kegiatan outdoor dan olah raga air. DXI 2019 merupakan pameran internasional yang akan menampilkan berbagai variasi produk dan paket destinasi petualangan outdoor baik di laut maupun daratan.

Pengunjung memanfaatkan event ini untuk mendapatkan harga spesial berbagai peralatan selam, aktivitas alam, olah raga air, olah raga ekstrem, peralatan fotografi, gadget, aksesoris, dan pendukung aktifitas perjalanan wisata sampai kegiatan outdoor.

Selain mendukung pengembangan industri dan pasar pariwisata, even ini juga bertujuan memasyarakatkan olah-raga air khususnya selam dan olah raga ekstrem. Tujuan lain dari penyelenggaraan DXI 2019 adalah sekaligus mengkampanyekan dan mensosialisasikan upaya-upaya konservasi lingkungan khususnya laut dan kawasan wisata.

Mengingat pentingnya menjaga alam dan lingkungan, DXI 2019 menetapkan tema kegiatan pada tahun ini yakni Indonesia yang bersih, aman, dan nyaman untuk berwisata. Tema ini merupakan manifestasi dari program pemerintah yang telah dicanangkan yaitu Gerakan Indonesia Bersih, yang akan disosialisasikan secara luas pada pameran DXI 2019.

Lebih lanjut menurut Made Suprateka, tujuan penyelenggaaran DXI 2019, juga sejalan dengan sejumlah aktifitas kepedulian sosial (CSR) yang kerap diadakan oleh PLN, antara lain secara kontinu mengadakan kegiatan bersih-bersih sungai, yang akhirnya dapat menjadi kegiatan inisiasi para warga masyarakat setempat.

“Selain itu ada juga kegiatan bersih-bersih pantai, sambil melakukan kegiatan penanaman mangrove di sekitar pantai yang mengalami abrasi. Contohnya seperti yang kami lakukan di daerah Banten, Serang, dekat PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Lontar, juga dilakukan kegiatan CSR, berupa penanaman mangrove di sekitar pantai. Sekarang daerah tersebut sudah berkembang menjadi obyek pariwisata,“ tuturnya.[rea]

Apa Reaksi Anda?

Komentar