Ekbis

PG Tanam Perdana Tanaman Kentang dengan Pupuk non Subsidi

Gresik (beritajatim.com) – Petrokimia Gresik (PG), perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelar tanam perdana kentang pada lahan demonstration plot (demplot) di Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (11/02/2020).

Dalam tanam perdana tanaman kentang di lahan demplot. PG memakai pupuk non subsidi, atau lebih dikenal dengan pupuk komersial NPK Phonska plus.

Dirut Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menuturkan, aplikasi pemupukannya pupuk NPK Phonska plus ini adalah 400 kilogram untuk lahan seluas setengah hektar.

“Satu hektar lahan kentang bisa menggunakan 800 kilogram pupuk NPK Phonska Plus. Dengan formula ini, produktivitas kentang mampu mencapai lebih dari 20 ton per hektarnya,” tuturnya, Selasa (11/02/2020).

Keberadaan pupuk NPK Phonska plus bisa meningkatkan produktivitas petani kentang. Pasalnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, rata-rata produktivitas tanaman kentang secara nasional adalah 18,71 ton per hektarnya.

“Artinya rekomendasi pemupukan Petrokimia Gresik mampu meningkatkan produktivitas tanaman kentang di atas rata-rata nasional,” ungkap Rahmad.

Adapun keunggulan NPK Phonska Plus adalah adanya kandungan mineral Zinc, yaitu unsur hara mikro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk ini semakin relevan mengingat kandungan Zinc pada lahan pertanian di Indonesia sudah sangat berkurang. Kandungan Zinc inilah yang membedakan NPK Phonska Plus dengan NPK Phonska bersubsidi.

Lebih lanjut Rahmad mengatakan, bahwa tanaman kentang adalah salah satu tanaman hortikultura strategis nasional, bahkan bisa diekspor.

“Tahun 2018 data BPS menyebutkan panen kentang nasional pada tahun 2018 mencapai 1,28 juta ton dari luas panen 68.683 hektar. Sementara produktivitas kentang berada di urutan keempat nasional untuk komoditas sayuran, setelah bawang merah, kubis, dan cabai rawit,” paparnya.

Untuk menjaga meningkatkan produktivitas kentang secara nasional lanjut dia, maka diperlukan pasokan pupuk yang sesuai dengan kebutuhan. Karena kentang merupakan bahan baku untuk industri makanan, seperti kentang goreng, keripik, dan berbagai produk olahan kentang lainnya.

“Kami berharap pola pemupukan pada demplot ini dapat ditiru oleh para petani kentang setempat lainnya,” ujarnya.

Tahap awal di tahun 2020 ini Petrokimia Gresik memilih Jawa Barat untuk demplot kentang. Dipilihnya Jawa Barat adalah penghasil kentang terbesar ketiga, setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan total produksi mencapai 265.537 ton. Selanjutnya, demplot akan dilakukan di beberapa daerah sentra hortikultura lainnya di tanah air. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar