Iklan Banner Sukun
Ekbis

Jelang Musim Tanam 2022

PG Kawal 13.099 Hektare Lahan Pertanian untuk Pengendalian Hama

Gresik (beritajatim.com) – Menjelang musim tanam di bulan April sampai September 2022. Petrokimia Gresik (PG) mengawal 13.099 lahan pertanian terkait dengan pengendalian hama. Anak usaha PT Pupuk Indonesia itu juga menggandeng Petrosida dan Petrokimia Kayaku guna memberikan solusi bagi petani.

Dirut Petrokimia Gresik (PG) Dwi Satriyo Annurogo menuturkan, melalui program gerakan pengendalian hama merupakan upaya tidak hanya menyediakan pupuk berkualitas bagi petani, tapi juga memliki solusi untuk pengendalian hama melalui anak perusahaan.

“Ancaman penyakit akibat serangan hama juga masih menjadi momok bagi petani yang tidak jarang mengakibatkan gagal panen,” tuturnya, Selasa (10/02/2022).

Dwi Satryo Annurogo menjelaskan pengendalian hama harus dilakukan lebih awal sebagai langkah antisipatif. Sebab, hama dan penyakit memegang peranan penting dalam menjaga kualitas dan produktivitas produk pertanian agar mendapat hasil yang maksimal.

“Pengendalian hama ini dilaksanakan oleh dua anak usaha PG sebagai kepanjangan tangan perusahaan, yaitu Petrosida Gresik dan Petrokimia Kayaku. Dimana, Petrosida bertanggung jawab mengawal 10.000 hektar melalui program Komunitas Tani Indonesia (Kotani) di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Nusa Tenggara Timur (NTT).

‚ÄúDalam hal ini Petrosida membantu ketersediaan pestisida dan mendampingi petani selama budidaya pertanian pada komoditas padi, jagung dan hortikultura,” ujarnya.

Seperti diketahui, hama pada tanaman padi yang menjadi perhatian diantaranya wereng, hama penggulung, penggerek batang, walang sangit dan penyakit blast. Sedangkan hama jagung yang menjadi perhatian adalah ulat, gulma penting, dan busuk batang.

Selanjutnya, hama pada tanaman hortikultura yang dikendalikan antara lain ulat tanah, ulat grayak, kutu-kutuan, lalat buah, busuk daun, dan bakteri.

Sementara itu, kawalan pengendalian hama yang akan dilakukan oleh Petrokimia Kayaku di tahun 2022 berada di lahan seluas 3.099 hektar melalui program ‘sustainable balance farming (SBF) yang merupakan solusi bagi permasalahan petani terkait kesuburan tanah, gulma, hama dan penyakit tanaman. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar