Ekbis

Petrokimia Gresik Siapkan 40,34 Ribu Ton Pupuk non Subsidi

Gresik (beritajatim.com) – PT Petrokimia Gresk (PG), produsen pupuk untuk solusi agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (persero), menyiapkan 40,34 ribu ton pupuk non subsidi selama musim tanam.

Terdiri dari pupuk NPK Phonska Plus kemasan 25 kilo sebanyak 22,8 ribu ton. Kemasan 5 kilo sebanyak 852 ton, NPK Petro Nitrat 16-16-16 kemasan 20 kilo sebanyak 36 ton. Selanjutnya, kemasan 25 kilo 1,5 ribu ton dan NPK Kebomas 7 ribu ton. Sedangkan pupuk SP-36 sebanyak 743 ton, ZA 320 ton, dan Urea 6,9 ribu ton

Manajer Humas PT Petrokimia Gresik Muhammad Ihwan. F mengatakan, stok pupuk non subsidi itu per awal Desember 2019 sebagian besar sudah berada di lini III, atau distributor wilayah kabupaten/kota serta kios resmi Petrokimia Gresik.

“Ketersediaan pupuk non subsidi itu merupakan tindak lanjut arahan Kementrian Pertanian dan Pupuk Indonesia guna menunjang kebutuhan petani terhadap pupuk selama musim tanam,” katanya, Kamis (26/12/2019).

Ia menambahkan, Petrokimia Gresik pada prinsipnya telah menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang diberikan dari pemerintah. Namun, alokasi tersebut masih jauh dari kebutuhan petani di lapangan. Sehingga, untuk menutupi kebutuhan itu, ada pupuk non subsidi yang telah disiapkan.

“Pupuk non subsidi itu sebagai alternatif pilihan petani dan harganya pun terjangkau,” imbuhnya.

Secara nasional stok pupuk non subsidi yang disiapkan Pupuk Indonesia sebesar 287.298 ton. Angka tersebut rinciannya pupuk urea 126.994 ton, 159.693 ton pupuk NPK. Kemudian 297 ton pupuk SP-36, dan 314 ton pupuk ZA.

Saat ditanya mengenai program transformasi bisnis Petrokimia Gresik ke depannya. Dijelaskan Muhammad Ihwan. F, perusahannya terus melakukan inovasi serfa menciptakan produk komersial. Khususnya pupuk NPK yang didesain khusus dengan kebutuhan spesifikasi petani.

“Petrokimia Gresik terus memperkuat produk komersialnya. Pasalnya, saat ini kami baru menguasai market share 10 hingga 15 persen pupuk di retail secara nasional,” ungkapnya.

Melalui strategi itu, sebagai upaya Petrokimia Gresik untuk memperkuat pasar komersial. Serta menghadapi kemungkinan berubahnya kebijakan pemerintah, dimana ada wacana pengalihan subsidi pupuk semakin kuat. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar