Iklan Banner Sukun
Ekbis

Produktivitas Benih Kangkung Naik

Petrokimia Gresik Optimalkan Program Makmur

Gresik (beritajatim.com)- Produsen pupuk regional yang juga anggota holding Pupuk Indonesia, PT Petrokimia Gresik terus mengoptimalkan program makmur dengan mengawal budidaya benih kangkung di lahan seluas 567 hektare yang tersebar di lima kabupaten di Jawa Timur.

Melalui program itu, juga membuat hasil panen benih kangkung meningkat hingga 12 persen di lahan seluas 36,11 hektar di Kabupaten Gresik.

Dirut Petrokimia Gresik (PG) Dwi Satriyo Annurogo menuturkan, selama pandemi Covid-19, peran sektor pertanian sebagai penyedia pangan sehat menjadi semakin penting dan strategis, sehingga kegiatan produksi pertanian termasuk komoditas hortikultura harus ditingkatkan.

“Terus berupaya mengoptimalkan manfaat Program Makmur dengan menyasar lebih banyak komoditas, tidak hanya komoditas pangan, tapi juga komoditas hortikultura,” tuturnya, Jumat (17/9/2021).

Setelah padi, tebu, jeruk, kentang dan bawang merah, kali ini Program Makmur menyasar tanaman kangkung, yang merupakan komoditas hortikultura primadona petani Gresik. Jika selama ini banyak petani beranggapan bahwa kangkung bukanlah tanaman yang menguntungkan, tidak demikian dengan petani di Gresik.

Budidaya tanaman kangkung oleh petani Gresik diambil bijinya sebagai benih untuk diekspor oleh perusahaan penampung ke berbagai negara mulai dari Thailand, Filipina, India, hingga Jepang. Meski di tengah pandemi Covid-19, kuantum ekspor benih kangkung masih menembus angka 80 ton pada tahun 2020.

“Program Makmur, Petrokimia Gresik berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk mewadahi petani kangkung agar mendapatkan jaminan permodalan, jaminan mutu hasil panen hingga jaminan pasar,” urainya.

Sementara dari sisi pendanaan, bank ‘plat merah’ BNI memberikan pinjaman modal hingga Rp800 miliar, kemudian anak perusahaan Petrokimia Gresik, yaitu Petrosida Gresik berperan sebagai penyalur pupuk dan penanggulangan hama/penyakit, dan PT East West Seed Indonesia (EWINDO) berperan sebagai offtaker yang membeli hasil panen petani binaan.

Sedangkan Petrokimia Gresik sendiri berperan dalam menyediakan layanan Mobil Uji Tanah untuk memberikan analisis lahan pertanian, sehingga petani dapat memperoleh rekomendasi pupuk sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.

“Melalui Program Makmur, petani dapat memenuhi kekurangan kebutuhan pupuk bersubsidi karena keterbatasan alokasi yang tersedia untuk meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani,” ungkap Dwi Satriyo.

Sementara itu, Anang Ma’ruf, salah satu petani kangkung binaan Ewindo yang mengikuti program ini mengungkapkan bahwa ada positif bagi dirinya dan petani kangkung lainnya. “Kami merasa sangat diuntungkan karena kebutuhan petani sangat bisa terpenuhi. Untuk itu, kami berharap terus dibantu melalui Program Makmur untuk memakmurkan petani,” tandasnya.

Selain di Gresik, program Makmur pada komoditi benih kangkung kerja sama dengan Ewindo juga dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto (37 Ha), Jombang (50 Ha), Lamongan (81 Ha), dan Tuban (363 Ha). [dny/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar