Ekbis

Petrokimia Gresik Gandeng SBRC IPB Produksi Surfaktan

Gresik (beritajatim.com) – Perusahaan solusi agroindustri, PT Petrokimia Gresik (PG) menandatangani MoU uji coba mini plant untuk memproduksi surfaktan. Dalam produksi tersebut, PG menggandeng Surfactant Bioenergy Research Centre Institut Pertanian Bogor (SBRC IPB).

Surfaktan merupakan molekul yang memiliki gugus hidrofilik (suka air) dan lipofilik (suka minyak/lemak) sehingga dapat mempersatukan campuran yang terdiri dari air dan minyak. Selain sektor industri dan farmasi, surfaktan juga digunakan untuk keperluan eksplorasi minyak bumi.

Dirut Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi menuturkan, selama ini produksi minyak bumi di Indonesia menggunakan metode primer (disedot dengan pompa) dan sekunder (didorong dengan air).

“Pemanfaatan surfaktan termasuk metode tersier atau Enhanced Oil Recovery,” tuturnya, Kamis (12/03/2020).

Surfaktan yang diproduksi ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya mampu menurunkan tegangan permukaan yang lebih baik, dan memiliki harga jual kompetitif dibandingkan dengan produk impor sejenis.

Secara teknis, surfaktan akan dinjeksikan ke dalam bumi. Sumur minyak bumi yang tersumbat atau minyak bumi yang masih menempel di bebatuan akan terlepas dan lebih mudah disedot dengan pompa. Sehingga, surfaktan ini mampu meningkatkan produktivitas sumur minyak bumi, bahkan mampu mengeluarkan minyak mentah dari lapangan atau sumur minyak tua yang sudah tidak berproduksi lagi.

“Produk ini sangat ditunggu dan diharapkan oleh pelaku industri minyak dan gas di Indonesia,” ujar Rahmad.

Ia menambahkan, produksi surfaktan merah putih tersebut, dibutuhkan bahan baku methyl ester yang disulfonasi menggunakan gas SO3. Sehingg, pasokan gas SO3 dengan kualitas dan kuantitas yang stabil sangatlah diperlukan dalam produksi tersebut.

“Inilah yang melatarbelakangi kerja sama ini, dimana Petrokimia Gresik akan menyuplai gas SO3 dari pabrik asam sulfat dan membeli bahan baku methyl ester yang diproduksi oleh SBRC IPB di Gunung Putri, Bogor,” imbuhnya.

Petrokimia Gresik, tidak hanya memproduksi pupuk saja, melainkan juga produk non pupuk yang dapat meningkatkan utilisasi aset dan profit perusahaan.

“Uji coba ini merupakan salah satu alternatif pemanfaatan aset pabrik asam sulfat Petrokimia Gresik,” ungkap Rahmad Pribadi.

Setelah fase uji coba berjalan dengan baik, selanjutnya akan dilakukan scale up unit produksi surfaktan beserta pembangunan unit produksi bahan baku methyl ester yang didapat dari crude palm oil (CPO) di Gresik. Dengan demikian dapat menurunkan biaya transportasi bahan baku dan menghasilkan produk surfaktan yang lebih kompetitif. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar