Ekbis

Petrokimia Gresik Gandeng Kadin Kota Batu Garap Demplot Tanaman Jeruk

Gresik (beritajatim.com)- PT Petrokimia Gresik (PG) terus memperluas kerjasamanya melalui program agro solution. Kali ini, perusahaan yang ber-home based di Gresik itu menggandeng Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Kota Batu terkait demonstration plot (Demplot) tanaman jeruk.

Nantinya Kadin Kota Batu menyediakan lahan demplot seluas 2.000 meter persegi untuk tanaman jeruk berproduktivitas tinggi.

Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menuturkan, demplot tanaman jeruk bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani. “Semakin bervariasi komoditas yang digarap dalam program ini, maka manfaat dari program Agro Solution dapat semakin dirasakan oleh lebih banyak petani,” tuturnya, Selasa (11/5/2021).

Dwi Satriyo menambahkan, dipilihnya Kota Batu karena daerah ini merupakan salah satu sentra penghasil jeruk di Jawa Timur. Kota Batu juga dipilih sebagai tempat dibangunnya Taman Sains Pertanian (TSP) Jeruk yang diresmikan Menteri Pertanian (Mentan) beberapa waktu lalu. Hal ini membuktikan bahwa lahan pertanian jeruk di Kota Batu tidak hanya mendukung sektor pertanian, tapi juga menjadi sarana wisata.

“Melalui kerja sama ini, Petrokimia Gresik bersama Kadin Batu menargetkan pelaksanaan Agro Solution pada lahan 3.000 hektare. Dalam kerja sama itu, akan memberikan kawalan budidaya mulai dari layanan mobil uji tanah, sosialisasi pemupukan berimbang, sampai pada penyediaan pupuk non-subsidi yang berkualitas, serta pendampingan agronomis yang diawali dengan program demplot jeruk,” imbuhnya.

Sebelumnya, PG juga telah menggarap komoditas padi, jagung dan tebu di berbagai daerah melalui program Agro Solution. Ini menjadi wujud dukungan Petrokimia Gresik terhadap ketahanan pangan nasional serta peningkatan kesejahteraan petani.

Dalam program ini, Petrokimia Gresik mendapat tugas untuk mengawal pertanian di lahan seluas 16.000 hektar, atau 32 persen dari total target Pupuk Indonesia Grup seluas 50.000 hektar di tahun 2021. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar