Ekbis

Petrokimia Gresik dan KEI Teken MoU Pembelian Gas untuk Pabrik Amoniak Urea

Gresik (beritajatim.com) – Anak usaha yang juga anggota holding PT Pupuk Indonesia yakni PT Petrokimia Gresik (PG), dan Kangean Energy Indonesia (KEI) meneken memorandum of understanding atau MoU jual beli gas bumi untuk operasional pabrik amoniak urea.

Kesepakatan pembelian gas tersebut dilakukan Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo dengan President Director KEI Ltd., Minoru Kuniyasu diajang event ‘Oil & Gas Investment Day’ di Jakarta dan disaksikan Dirut Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman serta Menteri ESDM, Arifin Tasrif.

Terkait dengan pembelian gas ini, Dirut PG Dwi Satriyo Annurogo menuturkan, nantinya suplai gas pabrik amoniak urea disuplai dari lapangan gas wilayah kerja Kangean yang diperkirakan onstream pada tahun 2027 mendatang.

“Gas dari KEI ini nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gas pabrik pupuk Amoniak-Urea (Amurea) eksisting, atau pabrik lainnya. Seperti diketahui, gas bumi merupakan bahan baku penting untuk memproduksi pupuk bersubsidi jenis Urea, NPK, dan ZA,” tuturnya, Jumat (18/06/2021).

Dengan adanya jaminan pasokan gas ini lanjut Dwi Satriyo Annurogo, diharapkan target produksi pupuk tidak terganggu, sehingga ketahanan pangan nasional dapat terjaga.

“Saat ini kebutuhan gas bumi Petrokimia Gresik mencapai 144 MMSCFD, yang dipenuhi dari beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Gas tersebut digunakan untuk memenuhi produksi pupuk bersubsidi maupun komersial di perusahaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebutuhan gas bumi bagi Petrokimia Gresik semakin penting untuk mendukung program related diversified industry atau meneruskan hilirisasi produk. Salah satunya adalah rencana pembangunan pabrik Soda Ash, yang akan memanfaatkan gas CO2 hasil samping dari pabrik Amoniak sebesar 174 ribu ton.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan pemerintah untuk pemenuhan gas bagi Petrokimia Gresik. Pemenuhan ini tidak hanya dirasakan oleh perusahaan semata, tapi juga pertanian di Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman menyatakan bahwa gas bumi adalah komponen yang sangat penting bagi industri pupuk. Sehingga kepastian pasokan dan ketersediannya sangat menentukan keberlanjutan dan pengembangan perusahaan.

Bakir juga mengapresiasi dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), yang telah menerbitkan Surat Keputusan Menteri ESDM nomor 89 Tahun 2020 tentang Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri. “Melalui surat keputusan tersebut, Pupuk Indonesia bisa mendapatkan harga gas yang kompetitif sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing,” tandasnya. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar