Ekbis

Petrokimia Gresik dan HCML Teken LoA Penyesuaian Harga Gas Bumi

Gresik (beritajatim.com)- Perusahaan BUMN PT Petrokimia Gresik (PG) menandatangani Letter of Agrement (LoA) dengan penyedia gas bumi Husky CNOOC Madura Limited (HCML), sejak bulan Mei hingga Juli 2020.

Penandatanganan LoA gas bumi itu juga sebagai bentuk implementasi penyesuaian harga gas bumi ataa keputusan Menteri ESDM Arifin Tasrif dengan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto yang dilakukan secara virtual.

Sebelumnya, Petrokimia Gresik yang juga anggota holding Pupuk Indonesia itu juga telah menandatangani LoA dengan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) lainnya yakni Kangean Energy Indonesia (KEI) dan Pertamina Hulu Energi-West Madura Offshore (PHE WMO).

Dirut Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menuturkan, kebijakan penyesuaian harga gas dari Kementerian ESDM akan meningkatkan daya saing industri nasional, termasuk industri pupuk. Sebab, gas alam merupakan bahan baku penting untuk memproduksi pupuk bersubsidi jenis Urea, NPK, dan ZA.

“Komponen biaya gas memiliki porsi hingga 70 persen dalam struktur biaya produksi pupuk Urea. Dengan adanya penyesuaian harga gas ini dampaknya tentu akan mendukung ketahanan pangan nasional,” tuturnya, Sabtu (1/8/2020).

Adapun penyesuaian harga gas bumi diatur untuk 7 (tujuh) sektor, salah satunya industri pupuk, dimana harga pada titik serah pengguna (plant gate) ditetapkan pada kisaran harga USD 6 per MMBTU (Million British Thermal Units).

“Penyesuaian harga gas terbaru ini, kami memproyeksikan Petrokimia Gresik dapat menghemat biaya sebesar Rp743,97 miliar,” ungkap Rahmad.

Ia menambahkan, penyesuaian harga gas membantu meningkatkan efisiensi perusahaan dalam menghadapi persaingan global. Efisiensi ini sejalan dengan program Transformasi Bisnis yang dijalankan Petrokimia Gresik sejak 2019 melalui perbaikan dan peningkatkan efisiensi value chain.

“Bila value chain mencapai tahapan paling efektif dan efisien, tentu harga pokok penjualan produk Petrokimia Gresik dapat lebih kompetitif, sehingga dapat meningkatkan daya saing di pasar global,” imbuhnya.

Tahun 2020 Petrokimia Gresik juga akan bertransformasi dari Single Industry Firm menjadi Related Diversified Industry dengan meneruskan hilirisasi produk. “Kita juga akan mengkaji produk hilir berbasis gas alam yang mempunyai nilai tambah yang besar,” paparnya.

Salah satu yang dilakukan terkait hilirisasi adalah Soda Ash, yang akan memanfaatkan gas CO2 hasil samping dari Pabrik Amoniak sebesar 174 ribu ton. Melalui program hilirisasi ini diharapkan Petrokimia Gresik akan semakin mampu meningkatkan profitabilitas sebagai bagian dari perusahaan milik negara.

Sesuai dari amanah pemerintah, Petrokimia Gresik mendapat alokasi penyaluran pupuk bersubsidi sebesar 4,7 juta ton atau 59 persen dari total alokasi nasional 7,9 juta ton yang menjadi tanggung jawab holding company PT Pupuk Indonesia (Persero). [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar