Ekbis

Antisipasi Virus Corona

Petrokimia Gresik Cek Awak Kapal Asing yang Sandar

Gresik (beritajatim.com) – Guna mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19). Produsen pupuk nasional yang juga anak perusahaan PT Pupuk Indonesia yakni PT Petrokimia Gresik, atau PG selalu mengecek awak kapal asing yang sandar di pelabuhannya.

Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono mengatakan, total setiap tahun kapasitas bongkar muat pelabuhannya mencapai 9 juta ton per tahun. Namun, terkait adanya penyebaran virus corona, unit pengelolah pelabuhan rutin melakukan pengecekan awak kapal asing yang sandar di Pelabuhan Petrokimia Gresik.

“Khusus ship crew yang berasal dari China atau yang memiliki riwayat pelabuhan singgah di negara-negara terdampak COVID-19 tidak diizinkan keluar dari kapal, kecuali untuk kepentingan draught survey, namun wajib menggunakan masker,” ujarnya, Jumat (20/03/2020).

Yusuf Wibisono menjelaskan, secara periodik pihaknya melakukan pengecekan suhu tubuh personel, meliputi tenaga kerja bongkar muat, pengawas bongkar muat, ship agent dan personel lainnya yang berinteraksi dengan kapal.

“Tak terkecuali semua wajib menjalani prosedur demi kesehatan bersama,” paparnya.

Terkait dengan kejadian ini lanjut Yusuf Wibisono, Petrokimia Gresik, tetap menjalankan operasional bisnisnya dengan tetap memperhatikan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Sebab, di tengah kondisi ini, Petrokimia Gresik harus tetap beroperasi karena produksinya menjadi kunci keberhasilan program ketahanan pangan nasional melalui penyaluran pupuk bersubsidi.

“Sejumlah kebijakan sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja. Rambu-rambu ini berlaku bagi seluruh karyawan, kontraktor, maupun tamu perusahaan. Melalui surat edaran, manajemen melarang karyawan untuk melakukan perjalanan non dinas ke luar negeri. Begitu juga dengan perjalanan dinas luar negeri, hanya boleh dilakukan untuk tugas yang bersifat urgent dan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi,” ungkapnya.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga membatasi perjalanan dinas dalam negeri bagi karyawannya, khususnya untuk tujuan Jakarta, Bali, Solo, Yogyakarta, Semarang, Manado, serta kota-kota lain yang telah ditetapkan ada kasus positif COVID-19.

“Bagi karyawan yang terpaksa melakukan perjalanan dinas, sepulang ke Gresik wajib melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG),” tandasnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar