Ekbis

Gandeng Alumni Penerima Beasiswa Australia Award

Peternak Sapi Perah Pacet Ubah Susu Segar Jadi Keju Mozzarella

Mojokerto (beritajatim.com) – Untuk meningkatkan nilai ekonomis susu lebih lagi, peternak sapi perah di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto membuat keju mozarella. Para peternak bekerja sama dengan Indra Cahyadi, alumni universitas Australia yang merupakan dosen di Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Bersama Tim Laboratorium Komputasi dan Simulasi Industri, UTM tergerak untuk membantu Koperasi Dana Mulya (KDM) yakni koperasi bagi para peternak sapi perah di Kecamatan Pacet. Kerja sama tersebut dilakukan untuk menemukan cara mengurangi risiko produksi dan meningkatkan nilai ekonomi susu segar hasil peternak sapi perah tersebut.

Pasalnya, selama ini para pengurus KDM fokus bekerja untuk menjaga kualitas susu segar dan segera menjual susu dari para peternak sapi perah dalam durasi yang singkat. Ini dikarenakan mereka tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk menyimpan produk berupa produk susu segar.

Dosen Teknik Industri di Universitas Trunojoyo Madura, Indra Cahyadi, mengatakan, umur simpan yang pendek sehingga menyebabkan banyaknya pasokan susu yang dipasok dari anggota koperasi yang ditolak oleh mitra dagangnya. “Mereka khawatir susu akan memburuk dan dibuang,” ungkapnya, Sabtu (11/5/2019).

Para peternak sapi perah tidak punya pilihan selain menjual susu mereka di bawah harga pasar. Dari beberapa produk berbasis susu, tim KSI-UTM mengusulkan pelatihan pembuatan keju mozzarella untuk para peternak sapi perah di Pacet. Keju mozzarella dipilih karena memiliki kelebihan lebih dibandingkan produk susu lainnya.

“Susu segar memiliki masa simpan 5 jam pada suhu kamar, sementara keju bisa bertahan 2-6 bulan di lemari es. Keju mozzarella bisa mendapatkan harga jual keju mozzarella jauh yang jauh lebih tinggi dibandingkan susu. Petani dapat memperoleh antara Rp100 ribu hingga Rp250 ribu per kilogram dari keju mozzarella. Sementara susu segar hanya dijual Rp9 ribu per liter,” ujarnya.

Bentuknya yang padat juga membuat keju mozzarella lebih mudah dikemas, baik itu disusun maupun dikirim ke pelanggan. Karena rasa keju mozzarella enak dan bisa dimasak untuk berbagai hidangan.

Keju mozzarella juga bagus untuk meningkatkan asupan kalsium pada anak-anak dan orang dewasa yang tidak suka susu. Data menunjukkan bahwa asupan kalsium Indonesia rata-rata kurang dari 300 mg per orang per hari, yang jauh di bawah asupan yang disarankan yakni 1.000-1.200 mg per orang per hari.

“Kami secara aktif membimbing dan memberi konseling tentang produksi keju mozzarella sehingga unit produksi dapat mulai beroperasi dan menerima pesanan,” pungkasnya.

Indra Cahyadi merupakan penerima beasiswa Australia Awards yang menempuh pendidikan Master dalam Sistem Enterprise Resource Planning dari Victoria University di Melbourne tahun 2007 dan kemudian menyelesaikan PhD-nya di bidang yang sama pada tahun 2013.

Pada tahun 2018, Indra berhasil mendapatkan hibah dari pemerintah Australia melalui skema Alumni Grant Scheme (AGS), yang diadministrasikan oleh Australia Awards di Indonesia. Dana hibah ini diberikan kepada alumni lulusan universitas pendidikan di Australia yang memiliki gagasan dan ide untuk proyek untuk membantu dan memberdayakan masyarakat di Indonesia.

Dana hibah tersebut digunakan Indra untuk memberikan pelatihan kepada peternak sapi perah dan anggota koperasi di Pacet dan mengajarkan mereka  dengan tujuan untukcara meningkatkan nilai ekonomi susu melalui pembuatan keju mozzarella. Indra dan timnya juga memberikan pelatihan pemasaran, baik untuk penjualan langsung maupun pemasaran online.

Setelah peserta pelatihan menguasai keterampilan pembuatan keju dan mulai memproduksi keju mozzarella dalam volume yang stabil, proyek ini selanjutnya mendorong koperasi untuk menjual produk keju mereka melalui platform online, seperti Lazada, Tokopedia, Shopee dan Bukalapak. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar