Ekbis

PPKM Darurat 2021

Peternak Kambing Magetan Kesulitan Angkut Hewan Kurban ke Surabaya dan Sidoarjo

Suasana peternakan kambing milik Indung Purwadi, Rabu (14/7/2021)

Magetan  (beritajatim.com) – PPKM Darurat tak memberikan dampak yang berarti bagi peternak kambing kurban. Meski ada beberapa pembatasan permintaan tetap naik. Namun, distribusi mereka sempat tersendat karena adanya permintaan untuk menunjukkan surat keeterangan sudah vaksinasi saat hendak melewati tapal batas daerah.

 ‘’Itu yang kami belum punya, kami terpaksa putar balik karena tak memiliki surat tersebut’’ ungkap Indung Purwadi, peternak kambing kurban,Rabu (14/4/2021).

Warga Desa kalangketi, Sukomoro, Magetan itu mengklaim kalau pihaknya menjual sebanyak 690 ekor kambing untuk kurban tahun 2021 ini. Permintaan bukan cuma dari kawasan eks- karesidenan Madiun. Tapi, juga dari Trenggalek, Blora, Bojonegoro, Surabaya, dan Sidoarjo.

‘’Untuk kirim ke Surabaya sempat terkendala di tapal batas itu,’’ katanya.

Suasana peternakan kambing milik Indung Purwadi, Rabu (14/7/2021)

Meski begitu dia membenarkn kalau harga hewan kurban naik sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Meski bertegantung dari kualitas hewan kurban. Di tempatnya yang paling mahal dibanderol sebesar Rp 4 juta dari harga ksiaran Rp 2,3 juta. Sementara untuk sapi, harga tak begitu bersahabat di pasaran. Pasar memninta harga sekitar Rp17 juta hingga Rp19 juta.

‘’Tapi di pedagang lebih dari itu, yang jual segitu ya peternak kecil yang dikampung – kampung,’’ katanya.

Dia menyebut kalau penjualan hewan kurban tahun ini naik dua kali lipat ketimbang tahun lalu. Di tahun 2020 dia hanya menjual sebanyak 300 ekor kambing saja. Untuk tahun ini masih bertambah dengan domba yang total sekitar 20 ekor. Itupun semua sudah merupakan pesanan.

‘’Banyak yang pesan ini, kami sudah kewalahan, menolah beberapa pesanan karena takut kalau stok hewan kurban sudah habis,’’ katanya. (asg/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar