Iklan Banner Sukun
Ekbis

Petani Tembakau Gresik Curhat Soal Pupuk

Gresik (beritajatim.com) – Petani tembakau Gresik yang berada di wilayah selatan melontarkan isi hatinya, atau curhat mengenai persoalan pupuk dan harga panen raya. Curhat tersebut, disampaikan saat didatangi sejumlah pejabat. Baik itu bupati, kepala dinas pertanian, perwakilan Bank BNI dan PT Petrokimia Gresik selaku produsen pupuk di Desa Mojoroto, Kecamatan Balongpanggang.

Dihadapan petani tembakau, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) mengaku selama pandemi covid-19 sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang tahan banting dan menjadi penyangga perekonomian daerah.

“Tembakau dari Jawa Timur memberikan sumbangsih sebesar 50 persen dari produksi tembakau nasional dengan rata-rata menghasilkan produksi sebesar 120 ribu ton pertahun. Tanaman tembakau bisa dijadikan komoditi untuk menambah penghasilan dari petani, selain karena tidak membutuhkan banyak air, juga karena tanaman ini termasuk tanaman yang dihindari hama tikus,” ujar Gus Yani, Rabu (22/09/2021).

Saat menyampaikan aspirasinya, sebagian besar petani tembakau mengeluhkan permasalahan
kelangkaan pupuk bersubsidi saat memasuki waktu tanam. Kemudian serangan hama tikus yang merusak tanaman, hingga anjloknya harga jual saat masuk waktu panen raya.

“Kami, bersama dengan Dinas Pertanian selalu bersinergi dengan produsen pupuk, juga berupaya melakukan strategi yang mana ini harus didukung oleh para petani. Yaitu dengan Program makmur,” kata Gus Yani.

Program Makmur ini merupakan suatu ekosistem pertanian mulai dari pembibitan, sarana prasarana, pupuk, vitamin hingga penyerapan hasil panen raya. Program ini merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dan stakeholder untuk menjawab tantangan di sektor pertanian.

“Njenengan sepakat nggih, untuk bersama-sama mengatasi masalah yg ada di pertanian. Insya Allah dalam kebersamaan pasti ada berkah,” tandasnya. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar