Ekbis

Kemitraan Petani dan Importir

Petani Bawang Putih di Pujon Malang Kembali Bangkit

Bawang Putih. Foto: Dok

Surabaya – Kebijakan wajib tanam bawang putih benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Setelah lama tidak ada penanaman sejak tahun 1990-an akibat bawang putih impor, para petani di Pujon kini kembali bangkit. Hebatnya, petani sekarang bisa bermitra dengan para importir.

Tobagus, petani bawang putih Pujon, mengaku senang bisa menjadi mitra importir menjalankan wajib tanam. “Saya terikat perjanjian kerjasama dengan Puspa Agro menanam 200 an hektare. Sampai saat ini sudah 42 hektare tertanam. Kami dikasi bantuan benih dan sarana produksi oleh importir. Hasil panennya dibagi 70 persen untuk petani dan 30 persen untuk importir. Sangat membantu petani”, ujar Tobagus, saat dihubungi, Kamis (28/2).

“Yang nyenengin lagi kami juga diberi alat GPS dan diajari caranya ngukur lahan. Biar ketahuan berapa luas aslinya. Jadi sama-sama enak lah”, ungkapnya. “Dari Kementerian Pertanian sudah ngasi petunjuk bagaimana pencatatannya supaya tertib. Sangat membantu”, kata Tobagus yang tergabung dalam Kelompoktani Mekarsari Desa Pandesari Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Yusuf, Tokoh Petani Champion Bawang Putih Malang yang bekerjasama dengan importir PT MMJK, mengakui, panduan administrasi wajib tanam dari Kementan sangat membantu. “Kelihatannya rumit dan rinci. Tapi ternyata kalau dijalani sangat membantu. Petani jadi lebih tertib, lahan juga bisa terkontrol. Kalau begini kan enak, petani tenang, mitra importir juga nyaman”, ujar Yusuf. “Saya tanam 102 hektar kerjasama dengan PT MMJK. Panen sekitar Maret/April nanti. Semua hasil panen akan kita proses menjadi benih untuk musim tanam berikutnya”, imbuhnya.

Data Dinas Pertanian dan Perkebunan Malang menyebutkan, saat ini setidaknya ada 10 importir yang masuk Kabupaten Malang untuk merealisasikan kewajiban tanamnya. Importir tersebut belum semua menyelesaikan kewajibannya. Baru sekitar 162 hektare yang tanam. Melihat animo petani Malang, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten malang yakin penanaman akan semakin meluas ditahun 2019. (tok/kominfo-jatim)

Apa Reaksi Anda?

Komentar