Ekbis

Bangun Ekonomi Berbasis Komunitas

Pesantren dan UKM Jawa Timur Deklarasikan Closed Loop Economy

Para kyai Jatim menghadiri deklarasi Closed Loop Economy di Ponpes Riyadhul Jannah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 200 pesantren dan Usaha Mikro Menengah (UKM) yang diwakili oleh para Kyai dan Pengusaha di Jawa Timur mendeklarasikan gerakan Closed Loop Economy. Deklarasi Closed Loop Economy digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadhul Jannah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (15/8/2020).

Gerakan Closed Loop Economy ini tidak lepas oleh kekhawatiran akan berlanjutnya krisis ekonomi dan antisipasi atas kemungkinan kesulitan kelangkaan pangan yang harus dihadapi oleh masyarakat. Ini menyusul, sejak pandemi Covid-19 Maret lalu, keadaan ekonomi masyarakat semakin tertekan.

Bahkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan akan terdapat 13 juta pengangguran baru akibat Covid-19. Closed Loop Economy bertujuan untuk menyelamatkan perekonomian dengan memanfaatkan konsumsi yang ada di lingkungan Ponpes sendiri.

Dengan tema ‘Beli Pesantren, Bela Pesantren’, para tokoh yang tergabung didalamnya berharap bisa melakukan upaya penyelamatan ekonomi dari pesantren, oleh pesantren dan untuk pesantren. Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP4I) yang menjadi motor dari gerakan Closed Loop Economy tersebut.

Wakil Ketua Umum (Waketum) YP3I Bidang Ekonomi yang juga Pemimpin Gerakan Beli Indonesia, Heppy Trenggono mengatakan, dengan upaya membangun ekonomi berbasis komunitas tersebut, pihaknya berharap bisa membuat pesantren lebih mandiri, produktif dan bisa berperan dalam menyelamatkan ekonomi masyarakat terutama membantu UMKM.

“Yakni dengan mengutamakan membeli produk-produk sendiri maka pertumbuhan ekonomi akan terjadi di kalangan mereka sendiri. Selain deklarasi Closed Loop Economy, dalam kesempatan ini juga kami perkenalkan dua platform digital yaitu platform eCommerce TRENPEDIA.ID dan platform eMoney EIDUPay,” ungkapnya.

YP3I mentargetkan pilot proyek pembangunan ekonomi pesantren di Jawa Timur tersebut bisa berjalan dengan baik. Sehingga, tegas Heppy, pola yang sama bisa diterapkan pada pesantren di seluruh Indonesia yang berjumlah 28.000 lebih.

Sekedar diketahui, YP3I didirikan oleh para Kyai dan Tokoh Tokoh Nasional diantaranya Prof (DR) KH Makruf Amin, alm KH. Dr. (H.C) Ir. Sholahudin Wahid (Gus Sholah) Pengasuh Pesantren, KH Mahfudz Syaubari (Pengasuh Pesantren Riyadlul Jannah) Pacet Mojokerto, DR. Marzuki Alie (Mantan Ketua DPR 2009-2014).

Heppy Trenggono (Presiden IIBF & Gerakan Beli Indonesia), Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, Prof. Dr. Muhammad Nuh (Mantan Mendikbud RI), KH. Ihya’ Ulumuddin (Pengasuh Pesantren Nurul Haramain Pujon Malang), dan para Habaib dan Kyai dari berbagai Pesantren di Indonesia. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar