Iklan Banner Sukun
Ekbis

Perusahaan Startup Pasuruan Juarai Kompetisi Tingkat Nasional di Bali

Pasuruan (beritajatim.com) – Bukanlah hal yang mudah bagi Shohib sapaan akrab Shohibul Hujjah (Direktur Utama PT Media Masyah Publika) mengelola perusahaan rintisan atau start-up yang saat ini sudah berusia 8 tahun.

Ia harus rela “mati-matian” memutar otak agar perusahaan yang ia rintis dari nol tersebut tidak mati di tengah jalan. Namun, atas kegigihan dan konsistensinya itulah Shohib berhasil meraih penghargaan tingkat nasional dengan kategori “No. 1 Inspiring Proffesional dan Leadership Award 2022”.

Penghargaan bergensi itu ia terima langsung dari pihak penyelenggara yaitu lembaga Penghargaan Indonesia, dalam acara bertajuk “1 the best of the best Annual Awards 2022” yang berlangsung di The Patra Bali Resort & Villas pada Jumat (26/8/2022) malam.


Dalam kesempatan itu tidak hanya Shohib yang menerima penghargaan, melainkan ada sejumlah tokoh-tokoh hebat/pengusaha sukses dari berbagai daerah yang juga memperoleh penghargaan dengan kategori yang berbeda-beda, salah satunya yaitu Irjen AM Putranto.

Shohib mengaku bahwa ia tidak pernah mengira mendapat penghargaan tersebut. Pasalnya, ia menyadari bahwa perusahaan yang dirintisnya dari nol itu masih tergolong bukanlah perusahaan besar. Kendati demikian ia menyampaikan terima kasih kepada pihak penyelenggara atas apresiasi yang telah diberikan kepadanya.

“Penghargaan ini saya dedikasikan kepada ibu saya bu nyai Hj Suaibah sebagai wanita hebat yang selama ini takpernah letih mendokan dan mensupport setiap langkah agar apa yang saya cita-citakan terkabul. Juga kepada almarhum ayah saya yaitu KH Madiyani Iskandar yang mengajarkan tentang kesederhanaan, kemandirian, serta tidak bergantung kepada siapa pun,” kata pria yang akrab disapa Gus Shohib saat memberikan sambutannya di atas panggung usai menerima penghargaan.

Selanjutnya, ia pun bercerita bahwa ia mendirikan perusahaanya itu sejak dirinya masih berusia 26 tahun. Dan ia tak pernah mengira bahwa perusahaan yang ia rintis dari nol tersebut kini terus berkembang maju dan memiliki puluhan karyawan serta kantor di dua tempat yaitu Pasuruan dan Malang.

Selain itu, Shohib menyadari susahnya membangun perusahaan ini dari nol lantaran ia tidak memiliki investor. Untuk itu ia terus memutar otak dan berjuang mati-matian agar perusahaan yang ia dirikan sejak 18 Agustus 2014 tersebut “tidak mati” di tengah jalan.

Saat bangkit dari masa sulit, tak sedikit barang berharga miliknya hingga cincin milik istrinya yang merupakan mahar pernikahannya pun rela ia jual, supaya bisa menopang laju bisnis perusahaanya.

“Alhamdulillah, istri dan anak-anak saya juga ikut mensupport. Bahkan, istri saya rela jualan cincin demi saya agar bisa gaji karyawan sebab waktu itu kondisi keuangan saya lagi kurang sehat,” tandasnya.

Shohib memiliki keyakinan bahwa semua yang besar berawal dari kecil. Sehingga berkat kegigihannya, konsistensi, dan perjuangannya yang pantang menyerah dalam membangun bisnis perusahaanya membuat perusahaan miliknya itu terus berkembang maju melesat. (ada/ted).


Apa Reaksi Anda?

Komentar