Ekbis

Perusahaan Rokok dan Cerutu Ubah Taktik Pemasaran

Jember (beritajatim.com) – Wabah Covid-19 berdampak pada penjualan produk olahan tembakau, yakni cerutu dan rokok. Perusahaan cerutu dan rokok mengubah taktik pemasaran untuk lebih mendekati konsumen.

Komisaris PT BIN Cigar Agusta Jaka Purwana mengatakan, penurunan penjualan cerutu signifikan, sekitar 40 persen. “Cerutu fancy product. Selain ekspor, kalau kami taruh di hotel-hotel, sehingga penjualannya tergantung tingkat hunian hotel dan wisatawan. Negara tujuan ekspor kami banyak yang lockdown, kami mengalami penurunan nilai ekspor dan penjualan,” katanya, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (5/5/2020).

Selama ini negara tujuan ekspor cerutu produksi BIN Cigar adalah Turki, Singapura, Malaysia, China. “Dan di China, kapal sudah ada yang bisa berangkat. Tapi kami tahu sampai kapan. Apakah kontainer tetap bisa berangkat atau nanti berhenti lagi, kami masih belum tahu,” kata Agusta.

Kondisi saat ini sulit bagi semua sektor usaha. “Orang dilarang keluar rumah, orang dilarang beraktivitas. Ini baru pertama kali terjadi di dunia ini,” kata Agusta.

BIN Cigar pun memilih untuk menggencarkan penjualan dalam jaringan internet agar bisa langsung dinikmati konsumen. “Termasuk distributor, kami arahkan untuk penjualan secara online. Kalau mengandalkan hotel dan ekspor terganggu situasi banyak negara yang di-lockdown,” kata Agusta.

Sementara itu, perusahaan rokok Djarum juga mengubah pola pemasaran produk. “Kami ada call center. Kalau toko ada yang butuh produk, kami antar, termasuk sampai ke konsumen akhir. Kami beri kemudahan dengan kami antar. Karena kan kebanyakan mereka lebih banyak di rumah, stay at home,” kata Kepala PT Djarum Cabang Jember Doddy Wahyu Wibowo.

Inovasi pemasaran ini sudah menjawab. “Dari waktu ke waktu ada permintaan peningkatan. Alhamdulillah, orang semakin sadar kalau di rumah saja memang penting saat ini. Kita lihat indikasi dari permintaan pengiriman semakin meningkat,” kata Doddy. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar