Ekbis

Perusahaan di Jember Bertahan Sampai Juli Tanpa PHK

Agusta Jaka Purwana

Jember (beritajatim.com) – Perusahaan-perusahaan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, diperkirakan bisa bertahan tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja hingga Juli 2020. Namun jika kondisi pandemi tak juga mereda, diperkirakan pada Agustus, perusahaan sudah mulai kolaps.

Hal ini dikemukakan Pembina Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jember Agusta Jaka Purwana, Sabtu (2/5/2020). “Terpaksa dia akan melakukan PHK. Bertahan sampai September saja sudah ngoyo (berusaha keras). Perusahaan kan ada dana cadangan. Dana cadangan akan habis kalau tidak ada pemasukan lagi,” katanya.

Bisnis yang masih bisa bertahan adalah bisnis bahan pokok. “Mereka yang berjualan beras dan gula bisa bertahan. Begitu juga perusahaan-perusahaan ekspedisi, karena memindah barang, bukan orang,” kata Agusta.

Sementara untuk usaha mikro kecil menengah, menurut Agusta, tidak bisa berbuat apa-apa kecuali mereka yang bergerak di bisnis dalam jaringan (online). “Tapi kalau UMKM yang butuh (tatap muka) orang langsung, mungkin yang di pasar, bisnis kafe, bisnis warung, akan terkena dampak. Kalau UMKM berbasis online tak akan terdampak,” katanya.

Apa yang harus dilakukan? “Ya harus berubah ke bisnis online. Saya sering dapat kiriman dari hotel yang menawarkan menu buka puasa. Jadi mereka bukan lagi menawarkan kamar, tapi beralih ke bisnis restoran yang ditawarkan secara online. Jadi ada perubahan bisnis,” kata Agusta.

Hipmi Jember menyerukan kepada masyarakat untuk membeli produk-produk dalam negeri, terutama dari UMKM. “Dengan membeli produk mereka, perusahaan dalam negeri masih bisa mempekerjakan orang-orangnya. Ini untuk memperkuat daya tahan perusahaan, sehingga bisa tetap beroperasi,” kata Agusta.

Agusta meminta kepada pemerintah untuk intensif melakukan langkah-langkah jangka pendek, terutama bantuan untuk masyarakat menengah ke bawah. “Sebab banyak orang yang level menengah ke bawah masuk ke level miskin. Jadi parameter miskin harus diubah,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Industri Kecil Menengah Nusantara Jember Rendra Wirawan. Dia berharap saat lebaran tetap ada gerakan ekonomi yang berjalan. “Gerakan membeli dari saudara kita sendiri. Mudah-mudahan Juli pandemi ini sudah selesai, sehingga ada percepatan recovery,” katanya. Saat ini, sesama UMKM lebih banyak menjual produk di media sosial.

Rendra meminta kepada pemerintah daerah agar hadir membantu. “UMKM disapa dululah, beri motivasi dan semangat kepada pengusaha. Syukur-syukur diberi support. Kalau bank memberi relaksasi, harapan kami modal kerja diberikan pemerintah daerah,” katanya.

Menurut Rendra, 95 persen UMKM terdampak Covid-19. “Yang lima persen tidak begitu terdampak adalah mereka yang bergerak di bidang jasa pertanian. Mereka tetap eksis, walau pemasarannya juga sulit,” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar