Ekbis

Pertumbuhan Ekonomi Era Jokowi Lebih Baik dari SBY

Surabaya (beritajatim.com) – Pengamat Ekonomi, Rosdiana Sijabat mengatakan, tantangan pembangunan ekonomi Indonesia ke depan sangat berat, karena adanya faktor internal dan eksternal.

“Faktor eksternal adalah terjadi pelambatan kinerja ekonomi kawasan. Amerika dan China sibuk perang dagang. Eropa masalah dengan pasar keuangan. Di Asia Tenggara terjadi pelemahan permintaan barang dan jasa,” katanya.

“Perekonomian global akan menekan perekonomian kita. Jadi, siapaun nanti yang terpilih jadi presiden, bagaimana meningkatkan aktivitas ekonomi dari sisi rumah tangga,” imbuhnya.

Kondisi perekonomian global, menurut dia, akan berdampak bagi Indonesia. Siapapun nanti yang terpilih akan menghadapi tantangan cukup berat.

“Pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada 2018 sekitar 5,2 sampai 5,3 persen. Target pertumbuhan pemerintahan Jokowi cukup optimis, 7 persen. Tapi semua pertumbuhan ekonomi global melambat. Amerika saja pertumbuhan ekonomi 2,9 persen. Indonesia tidak terlalu buruk, tapi juga tidak terlalu baik. Singapura 3 persen. Vietnam dan Kamboja mampu mencapai 6 persen. Pertumbuhan 5,2 persen angka yang patut disyukuri untuk perekonomian yang sedang sepi. Faktor eksternal tidak bisa 100 kita atur,” jelasnya.

Catatan untuk Jokowi ke depan adalah kalau sekarang secara kasat mata lebih banyak positif, daripada negatif. Ada yang negatif tapi bukan di fundamental perekonomian.

Usman Kansong, Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma’ruf menjelaskan, pertumbuhan ekonomi saat ini 5 persen. “Kalau dibandingkan target lebih rendah, tapi kalau melihat perekonomian global, 5,2 persen sudah Alhamdulillah. Ekonomi itu kan membandingkan. Dibandingkan negara G20, kita di nomor 3 setelah Tiongkok dan India. Kenapa dibandingkan dengan G20, karena size ekonominya besar,” paparnya.

Trend pertumbuhan ekonomi sejak pemerintahan SBY sudah turun. Tahun 2010 sekitar 6,38 persen, tahun berikutnya turun 6,17 persen, tahun 2012 sekitar 6,03 persen, tahun 2013 turun ke 5,58 persen. “Tahun 2014 Pak Jokowi dikasih angka pertumbuhan ekonomi 5,02 persen. Jadi, memang cenderung turun. Tapi setelah itu, ekonomi tumbuh terus, inflasi terjaga, daya beli seimbang,” pungkasnya. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar