Ekbis

Pertumbuhan Ekonomi di Eks Karesidenan Besuki dan Lumajang Bakal Melambat

Jember (beritajatim.com) – Kantor Bank Indonesia Jember, Jawa Timur, memperkirakan pertumbuhan ekonomi empat kabupaten di eks Karesidenan Besuki dan Kabupaten Lumajang bakal melambat tahun ini. Prediksi perlambatan dari 5,14 – 5,54 persen year on yeas menjadi 5,03 – 5,43 persen year on year.

“Namun demikian, sampai dengan triwulan I-2020, dampak Covid-19 masih relatif terbatas dan kinerja perekonomian terpantau masih relatif terjaga,” kata Pimpinan Kantor BI Jember Hestu Wibowo, dalam siaran persnya, Rabu (1/4/2020).

Menurut Hestu, dari sisi permintaan konsumsi tetap berdaya tahan, meski diperkirakan tumbuh lebih rendah. Ini ditopang pendapatan yang diperkirakan tetap baik serta adanya dampak positif stimulus fiskal. “Investasi diperkirakan melambat, akibat menurunnya prospek ekspor barang dan jasa, serta terganggunya rantai produksi,” jelasnya.

“Sementara dari sisi penawaran, kinerja di beberapa lapangan usaha utama, di antaranya sektor akomodasi dan makanan minuman, sektor perdagangan, dan sektor industri pengolahan diperkirakan melambat seiring menurunnya aktivitas usaha,” kata Hestu.

Sementara itu, kinerja perbankan sampai dengan Februari 2020 tercatat baik. Ini tercermin dari kinerja penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), penyaluran kredit, dan non performance loan (NPL) yang masih terpantau baik. “DPK tercatat sebesar Rp 29,7 triliun atau tumbuh 8,58 persen (year on year) lebih tinggi dibandingkan dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 7,72 persen year on year,” kata Hestu.

“Sama halnya dengan DPK, penyaluran kredit pun tercatat tumbuh sebesar 12,06 persen (year on year), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 11,94 persen (yoy). Tingkat non performance loan (NPL) terjaga sangat baik di angka 1,86 persen, relatif jauh di bawah threshold 5 persen,” kata Hestu. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar