Ekbis

Pertamina Jamin Pasokan BBM Tidak Terganggu

Jakarta (beritajatim.com) – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memastikan, bukan kilang yang terbakar dalam insiden yang terjadi di Kilang Minyak PT Pertamina RU VU Balongan Indramayu. Melainkan tangki BBM yang untuk menyimpan produk berada di area kilang.

Dia juga menambahkan, peralatan utama untuk produksi kilang semuanya aman. Sehingga pihaknya fokus pada penanganan kebakaran. “Kita harus bisa memadamkan api, sekarang sudah kita pastikan tidak menjalar ke lain. Itu sudah kita lokalisir,” ujar Nicke.

Menurut Nicke, jika kebakaran sudah bisa diatasi maka kilang sudah bisa dioperasikan kembali. Sementara untuk storage atau tempat penyimpanan sendiri di samping tempat penyimpanan yang terbakar ini, ada tempat penyimpanan lain atau tangki-tangki lain dengan kapasitas yang sama. Tangki yang dulu dipakai ya sehingga ini bisa digunakan kembali. “Jadi sebetulnya tidak ada kendala yang signifikan nantinya dalam pasokan atau supply BBM yang diproduksi di kilang Balongan,” kata Nicke.

Dia juga menyampaikan, hingga saat ini tidak ada rumah yang rusak. Meski begitu, mungkin ada kepanikan sehingga sempat dilakukan evaluasi. Namun berdasarkan laporan dari lapangan saat ini sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

CEO Commercial and Trading Subholding Pertamina (PT Patra Niaga) Mas’ud Khamid menambahkan, Pertamina telah melakukan reguler alternatif emergency agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan sebagaimana kondisi normal. Dia memastikan, stok BBM, avtur, dan LPG aman. “Jadi stok LPG kita nasional itu ada di 16,89 hari atau hampir 17 hari. Rata-rata kita normal itu di 16-17 hari artinya stop kita cukup aman,” katanya.

Kemudian, ada tiga bandara yang selama ini disuplai avtur dari Kilang Balongan aturnya yaitu Husein Sastranegara (Bandung) Halim Perdanakusuma (Jakarta), dan Ahmad Yani (Semarang). Untuk Husein Sastranegara dan Halim Perdanakusuma akan dikonsolidasi supply dari Soekarno Hatta yang memiliki stoknya sangat cukup karena saat inj kebutuhan juga tidak begitu besar. Sementara untuk Ahmad Yani ini dikonsolidasikan dari Fuel Terminal atau Terminal Bahan Bakar (TBB) Rewulu DIY. “Untuk bandara di sekitar Yogyakarta, Adi Sucipto, New Yogyakarta, dan
Adi Sumarno (Solo) 100 persen kita suplai dari Cilacap,” katanya.

Masih menurut Mas’ud, untuk kawasan Jakarta, selain dioptimalkan dari kilang lain pihaknya juga mengatur pola distribusi. Fuel terminal Plumpang didukung dari TBB Tanjung Gerem Cilegon, Bandung Raya disana ada fule terminal Ujungberung dan filed terminal di Padalarang.

“Demikian juga nanti Cikampek kami juga akan konsolidasi melalui inject fule terminal yang ada di Balongan yang saat ini tidak terdampak kebakaran. Jadi yang sekali lagi yang berdampak ini adalah storage nya tapi inject fuel terminal ke Plumpang ini tidak terdampak. Sehingga ini yang membuat jaminan pola supply tetap kami jalankan dengan baik,” papar Mas’ud.

Selanjutnya, Masud juga mengatakan, Pertamina juga memonitor pola konsumsi. Pihaknya meminta masyarakat tidak perlu panik karena memang kalau persediaan BBM cukup. Pertamina hari ini bisa memonitor kebutuhan SPBU di tiap tangki karena kami sudah punya sistem IT yang bisa memonitor itu. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM.

Saat ini, Pertamina juga mengaktifkan siaga Ramadan, yang tentu stok ditambah itu sesuai dengan statistik setiap tahun kebutuhan menjelang Ramadan. “Sekali lagi kami menghimbau kepada masyarakat pengguna produk produk Pertamina para customer seluruh stakeholder bahwa pelayanan kami tetap dalam posisi normal kami di dalam melakukan konsolidasi dan mohon doanya agar semua bisa segera selesai terima kasih,” kata Mas’ud. (hen/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar