Ekbis

Pertamina Ajak Masyarakat Kabupaten Malang Tertib PHBS

Malang (beritajatim.com) – “Peran sekecil apapun perlu dilakukan oleh setiap orang agar jumlah kasus positif COVID-19 tidak bertambah,” ujar Bupati Malang, Sanusi saat menerima bantuan sarana pendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dari Pertamina.

Di Kabupaten Malang sendiri, sampai dengan kemarin (Selasa, 28/4/2020), tercatat sebanyak 337 berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP), 155 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 28 Positif COVID-19.

Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) mendukung penuh Pemerintah Kabupaten Malang dalam upaya pencegahan dari wabah ini.

Pada hari ini (Rabu, 29/4), Pertamina menyerahkan bantuan sarana PHBS dan Alat Pelindung Diri (APD) ke Pemerintah Kabupaten Malang untuk dapat dimanfaatkan oleh Tenaga Kesehatan (Nakes) dan masyarakat yang membutuhkan.

Dukungan ini berupa 35 (tiga puluh lima) setelan hazmat, 30 (tiga puluh) pasang sepatu boot, 10 (sepuluh) box masker bedah, 20 (dua puluh) box sarung tangan, 19 (sembilan belas) buah face shield, 1 (satu) box masker N95, 1 (satu) galon hand sanitizer, 59 (lima puluh sembilan) cover sepatu dan shower cap, serta 7 (tujuh) unit alat cuci tangan portabel.

Alat cuci tangan portabel dan paket APD ini diserahkan oleh Sales Area Manager (SAM) Retail  Pertamina Wilayah Malang, Gustiar Widodo didampingi oleh Manager Fuel Terminal (FT) Pertamina Malang dan Hiswana Migas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Malang. Dukungan ini disambut baik dan diterima langsung oleh Bupati Malang, Sanusi yang disaksikan oleh Ketua DPRD Kab. Malang, Didik Gatot Subroto dan Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar.

Gustiar dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa alat cuci tangan portabel ini sebagai bentuk upaya membudayakan kembali salah satu langkah antisipasi yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah penyebaran COVID-19 secara efektif, yaitu dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, salah satunya yaitu dengan rajin mencuci tangan.

Gustiar juga menyampaikan bahwa dengan pemberian alat cuci tangan portabel ini justru mengajak masyarakat kembali ke cara yang lebih mudah dalam menjaga pola hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari-hari. “Apalagi saat ini, hand sanitizer masih sulit didapatkan, jadi kami mendukung Pemerintah serta mengajak masyarakat untuk melakukan cara yang lebih efektif, yaitu dengan mencuci tangan,” ujarnya.

Seperti disebutkan di beberapa artikel, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan tenaga medis di seluruh dunia menyarankan kita untuk rajin mencuci tangan setidaknya selama 20 detik. Bahkan terdapat sejumlah bukti bahwa mencuci tangan dengan sabun selama 20 sampai 30 detik lebih efektif membersihkan bakteri, kuman, termasuk virus, dibanding menggunakan hand sanitizer.

“Alat cuci tangan tersebut dibuat dari tandon penampung air, yang dipasang keran air untuk cuci tangan. Karena ukurannya yang ringkas dan praktis tersebut, alat ini menjadi lebih mudah dipindahkan ke lokasi lain bila diperlukan. Selain itu, apabila airnya habis, masyarakat juga lebih mudah untuk mengisi ulang airnya,” tambah Gustiar.

Pada saat yang sama, Sanusi menyampaikan terima kasihnya kepada Pertamina dan Hiswana Migas dalam membantu Pemerintah Kab. Malang untuk menghadapi COVID-19. “Kami berterimakasih kepada Pertamina karena rasa kepedulian nya terhadap masyarakat sekitar sangat besar. Terbukti dengan diserahkan alat cuci tangan portabel dan paket APD kepada Pemerintah Kab. Malang, semoga dapat bermanfaat bagi para Nakes dan masyarakat umum pada masa-masa pandemi ini,” ujarnya.

Sanusi juga menambahkan alat cuci tangan ini nantinya akan disebar ke beberapa pasar tradisional di wilayah Kab. Malang, seperti Pasar Kepanjen, Pasar Singosari, Pasar Lawang, Pasar Turen, Pasar Dampit dan beberapa lokasi pusat keramaian masyarakat lainnya.

Sementara Manager FT Pertamina Malang, Ahmad Zaeni Hamdan berharap dengan turut membantu sarana Pola Hidup Bersih dan Sehat ditengah masyarakat dan bantuan APD kepada Nakes di garda terdepan, dapat berkontribusi pada kesehatan masyarakat di Kab. Malang. “Selain itu, juga diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga kesehatan dari diri masing-masing, sebagai modal utama untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19,” tutup Zaeni.[rea/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar