Ekbis

Permintaan Tinggi, Stok Elpiji Melon di Pangkalan Masih Aman

Seorang karyawan menata tabung elpiji melon di salah satu pangkalan di Jombang, Jumat (11/9/2020). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Sejak satu minggu terakhir, permintaan tabung elpiji melon mengalami peningkatan. Namun demikian, stok gas elpiji tersebut hingga saat ini masih aman. Demikian ditegaskan pemilik pangkalan elpiji Mekar Jaya Jl Gatot Subroto Jombang, Doni Pranowo, Jumat (11/9/2020).

Pangkalan elpiji milik Doni ini berdekatan dengan Pasar Pon Jombang. Setiap hari para pelanggan (sub pangkalan) mendapatkan elpiji dari tempat tersebut. Tabung melon berjajar di halaman samping pangkalan tersebut. Seorang pekerja sibu menata tabung-tabung tersebut.

Doni menjelaskan, dalam sehari pihaknya mendapatkan kiriman 160 hingga 200 tabung elpiji ukuran 3 kilogram. “Memang ada peningkatan permintaan hingga 80 persen. Namun di pangkalan saya, stok elpiji masih aman. Tidak ada kelangkaan,” kata Doni.

Menurut Doni, ada 10 sub pangkalan yang berada di bawahnya. Selain di Jombang Kota, juga ada dari Kecamatan Diwek. “Setiap hari saya masih mendapat kiriman. Saya juga bisa kirim ke pelanggan. Jadi tidak ada kekosongan. Stok masih cukup. Stok masih aman,” tambahnya.

Bagiaman soal harga? Menurut Doni, hingga saat ini tidak ada kenaikan. Untuk di pangkalan harga tabung elpiji ukuran 3 kilogram Rp 14.500. “Sekali lagi tidak ada kekosongan elpiji di pangkalan saya ini. Hanya permintaan yang mengalami peningkatan,” pungkas Doni.

Terpisah, Pertamina menghimbau MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) dan pelaku UMKM (Usaha Kecil Mikro dan Menengah) yang berhak menggunakan elpiji 3 kilogram untuk membeli langsung di pangkalan resmi Pertamina. Selain mendapatkan kepastian elpiji bersubsidi 3 Kg tersebut tersedia, masyarakat juga bisa membeli dengan harga sesuai aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan Pemkab Jombang.

Section Head Communication Relation Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan, peningkatan konsumsi elpiji di beberapa lokasi di Jombang bisa disebabkan oleh banyak hal, diantaranya mulai berangsur pulihnya kegiatan ekonomi masyarakat yang membutuhkan elpiji melon itu. Saat ini, lanjutnya, Jombang terdapat 30 agen elpiji dan 716 pangkalan sebagai lembaga penyalur resmi dari Pertamina. Mereka tersebar di 21 kecamatan.

“Ciri pangkalan resmi elpiji Pertamina biasanya memiliki tanda papan nama atau plang berwarna hijau bertuliskan nama pangkalan dan logo Pertamina. Di papan tersebut juga dicantumkan HET yang berlaku untuk penjualan ke masyarakat yang berhak,” ujar Ahad.

Mengantisipasi adanya kesempatan para spekulan dalam mempermainkan stok barang dan harga di level pengecer, Pertamina akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan juga Bupati Jombang terkait tindak lanjut pengawasan pendistribusian elpiji bersubsidi 3 Kg agar lebih tepat sasaran.

Hingga 31 Agustus 2020, Pertamina sudah menyalurkan elpiji melon ke masyarakat Jombang sebanyak 31.900 Metrik Ton (MT). Sesuai dengan jumlah yang ditugaskan oleh pemerintah untuk disalurkan kepada masyarakat sepanjang 2020 (Januari – Desember) dengan alokasi penyaluran sebanyak 48.026 MT.

“Pertamina berharap masyarakat yang tidak berhak menggunakan elpiji bersubsidi agar menggunakan Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg. Mereka adalah masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas, semisal Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan eselon tertentu, TNI/POLRI, pengusaha cafe, restoran, laundry dan bentuk usaha lainnya yang sudah tidak termasuk kategori UMKM.

“Sehingga hal itu tidak mengurangi hak MBR yang seharusnya berhak menggunakan elpiji bersubsidi 3 kilogram,” ujar Ahad melalui siaran persnya. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar