Iklan Banner Sukun
Ekbis

Perluas Lahan Program Makmur, Enam PTPN MoU dengan Petrokimia Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Enam perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan Petrokimia Gresik untuk memperluas program makmur petani tebu. Perluasan kerjasama ini dimaksudkan meningkatkan produktivitas perkebunan tebu.

PTPN yang melakukan kerjasama ini diantaranya PTPN III holding, yakni PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PTPN XIV yang berlokasi di Jawa Timur.

“MoU ini adalah kerja sama antara BUMN dengan petani dalam rangka membantu meningkatkan kesejahteraan petani tebu melalui program makmur,” ujar Dwi Satriyo Annurogo selaku Dirut Petrokimia Gresik,” ujarnya, Selasa (22/03/2022).

Sebelumnya tahun lalu Petrokimia Gresik telah melaksanakan kerjasama program Makmur dengan PTPN X dan PTPN XI. Kini perusahaan BUMN itu, memperluas jaringan kerjasama yang bergerak di sektor tebu.

“Bagi petani tebu program ini menjadi sangat penting, karena gula merupakan salah satu komoditas strategis nasional. Untuk bisa menghasilkan produktivitas dan rendemen yang tinggi, maka dibutuhkan sarana dan prasarana pertanian seperti pupuk dan pestisida,” kata Dwi Satryo.

Selain PTPN di Jawa Timur, ada empat provinsi dengan luas lahan 60.223 hektar berkolaborasi meningkatkan produktivitas petani tebu. “Kami tergetkan petani yang terlibat mencapai 28.339 orang dari lima provinsi tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama holding PTPN III, Mohammad Abdul Ghani menyatakan permasalahan pangan merupakan isu global dimana kepentingan nasional atau national interest ke depan akan semakin meningkat. “Kami dituntut untuk bisa meningkatkan kemandirian dan kedaulatan pangan, salah satunya melalui kolaborasi dalam Program Makmur,” katanya.

Ia menambahkan, dengan kolaborasi ini kapasitas dan kapabilitas petani bisa meningkatkan lagi. Sehingga, produksi dapat terpenuhi secara tepat waktu dengan harga terjangkau. “Pendampingan budidaya dari Pupuk Indonesia dan PTPN grup diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan produksi nasional, yang bermuara kepada kesejahteraan petani,” imbuhnya.

Di tahun 2022 program ini meningkat lima kali lipat dari 16 ribu tahun 2021. Kini menjadi 85 ribu hektar. Rinciannya 40.000 hektare untuk komoditas pangan (padi, jagung dan kedelai), 37.000 hektare untuk komoditas perkebunan (tebu dan kelapa sawit), serta 8.000 hektare untuk hortikultura (bawang merah, benih hortikultura, kentang dan cabai). [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar