Iklan Banner Sukun
Ekbis

Perkuat Transformasi Agrikultur dan Food Estate, BNI Dukung Program Taksi Alsintan

Gresik (beritajatim.com) – Sektor agrikultur memasuki periode percepatan transformasi guna memperkuat produktivitas serta stabilitas nasional. Terkait dengan itu, peran pelaku perbankan selaku fungsi intermediator semakin krusial. Khususnya, dalam penyaluran kredit investasi serta pemberian solusi keuangan untuk para petani.

Melalui bank plat merah PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk, serta Kementrian Pertanian (Kementan) meluncurkan program Taksi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Yakni, model pengelolaan tata kelola usaha jasa alsintan dengan sistem jasa sewa, atau kepemilikan alsintan melalui skim kredit perbankan.

BNI dan Kementan sepakat dalam hal pemberdayaan kelembagaan petani melalui penguatan permodalan, relaksasi pembiayaan, dan pendampingan. Kedua institusi tersebut, berkolaborasi melalui integrasi data mitra atau binaan guna mempermudah dalam aplikasi permohonan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Taksi Alsintan.


Kerja sama ini dikukuhkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto dan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Ali Jamil.

Disaksikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo, dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Gresik, dan Direktur Utama BNI Royke Tumilaar saat menghadiri Food Estate berbasis mangga di Waduk Sukodono, Kecamatan Panceng, Gresik, kemarin (22/8).

Menteri Pertanian Yasin Limpo mengatakan, pertanian telah memasuki era tranformasi teknologi yang mana penggunaan Alsintan semakin dikedepankan untuk peningkatan produktivitas.

“Kami mengapresiasi BNI yang proaktif dalam meningkatkan kinerja sektor agrikultur dan pangan nasional. Tidak hanya mampu menyalurkan KUR tetapi BNI juga telah memberikan kredit produktif kepada penyedia Alsintan sehingga BNI mampu menciptakan berbagai solusi perbankan yang lebih cocok untuk sektor primer nasional ini,” katanya, Selasa (23/08/2022).

Sementara Dirut Bank BNI Royke menuturkan, posisi sektor agrikultur menjadi semakin strategis di tahun ini. Tak hanya karena kebutuhan konsumsi nasional yang semakin meningkat, tetapi juga karena banyak kondisi global yang membuat rantai pasok pangan menjadi terganggu.

“Ini menjadi salah satu komitmen BNI sebagai agen pembangunan untuk mendukung ketahanan sekaligus penguatan sektor agrikultur pangan. Kami mengapresiasi kepada pemerintah atas kesempatannya kepada BNI untuk berperan lebih aktif lagi dalam mempercepat transformasi sektor agrikultur,” tuturnya.

Pemimpin BNI Wilayah 06 Roy Wahyu Maulana menyatakan dalam peluncuran program taksi alat dan mesin pertanian (Alsintan) bertujuan dalam upaya pemberdayaan kelembagaan petani termasuk penguatan modal, pembiayaan dan pendampingan.

“Perwujudan kolaborasi ini ditandai dengan kemudahan akses pelaku sektor pertanian dalam hal permodalan yakni dengan proses Kredit Usaha Rakyat (BNI KUR) seiring dengan komitmen BNI mendukung penguatan sektor agrikultur pangan demi mendukung ketahanan pangan,” pungkas Roy Wahyu. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar