Ekbis

Perang Harga Membuat Operator Makin Nelangsa di 2021

Surabaya (beritajatim.com) – Perang harga antar operator seluler diyakini akan terus berlanjut hingga 2021 mendatang. Bahkan pandemi pun ternyata belum mampu meredam perang harga yang semakin meruncing antar operator.

Hal ini pun diakui oleh Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini, yang sulit memprediksi pertumbuhan revenue mereka ditahun depan karena perang harga akan semakin parah. Disatu sisi pandemi yang membuat orang lebih banyak membutuhkan akses internet juga tinggi, namun daya beli pun merosot tajam dan perang harga pun memperburuk keadaan.

“Selama para operator di tanah air masih mengeluarkan paket unlimited mereka, maka hampir perang harga ini akan terus berlanjut,” ungkap Dian, dalam webinar pada Jumat (6/11/2020).

Dikatakan, efek pandemi Covid-19 justru memicu para pelaku telekomunikasi terus melakukan perang harga. Semua bersaing di paket unlimited. Sebetulnya perang harga tidak diinginkan oleh semua operator sehingga harus diarahkan kompetisi yang rasional dan wajar.

“Akibatnya secara nasional industri telekomunikasi nasional akan tumbuh negatif pada tahun ini dan tahun 2021 diperkirakan juga belum pulih sepenuhnya,” prediksi Dian.

Diakuinya, jika banyak yang melihat industri telekomunikasi termasuk yang berjaya di masa pandemi justru sangat terpukul dengan adanya pandemi yang sampai saat ini belum menunjukkan penurunan. Sebab, terjadi ketidakpastian luar biasa serta sulit menentukan perkiraan dan asumsi yang bisa mempengaruhi kinerja perusahaan.

“Pandemi berdampak pada daya beli masyarakat, dan itu juga sangat dirasakan oleh semua operator. Tapi ironisnya, perang harga masih tetap tinggi,” paparnya. [rea/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar