Ekbis

Perajin Songkok Gresik Beralih Fungsi Produksi Masker

Gresik (beritajatim.com) – Sejumlah perajin songkok tradisional di Gresik, beralih fungsi memproduksi masker di tengah mahalnya harga masker saat pandemi virus Covid-19 mewabah.

Selain untuk memenuhi permintaan masyarakat. Masker yang diproduksi itu juga untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di Puskesmas, dan sejumlah rumah sakit di Gresik.

Beralihnya fungsi perajin songkok tersebut, membuat sektor UMKM di Gresik kembali bergairah pasca adanya penyebaran virus Covid-19.

Alih fungsi ini, atas inisiatif DPRD Gresik guna menanggulangi kelangkaan serta mahalnya harga masker. Tahap awal, perajin menerima pesanan sebanyak 100 ribu masker. Jumlah ini, akan terus ditingkatkan seiring besarnya kebutuhan.

Irfan Achmad (49) warga Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik menuturkan, pemesannya sangat banyak namun kami menghadapi kendala bahan baku kain spunbold. “Kami kesulitan mendapat bahan baku tersebut,” tuturnya, Jumat (3/04/2020).

Sementara secara terpisah, Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani menyatakan terkait dengan pembuatan masker ini. Anggaran belanja masker didapat dari sumbangan para anggota dewan guna membantu tenaga medis memerangi virus Covid-19. “Mudah-mudahan produksi masker yang dibuat ini bisa membantu kelangkaan serta mahalnya masker di pasaran,” tandasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar