Ekbis

Penumpang Kereta Api Wajib Pakai Masker dan Penutup Muka

Para penumpang yang memanfaatkan transportasi kereta api mulai sadar pemakaian masker di Stasiun Gubeng, Surabaya, Rabu (8/4/2020). (Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – PT KAI menerapkan aturan baru di tengah wabah virus corona. Aturan baru tersebut yakni pemakaian masker untuk para penumpang yang hendak naik kereta.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto menjelaskan, pemakaian masker ini bertujuan untuk menghindari penyebaran virus covid-19. Selain masker, penumpang juga diwajibkan memakai kain penutup mulut dan hidung.

“Tak wajib masker, bisa kain penutup mulut dan hidung. Tujuannya supaya saat bersin tak ada virus menyebar. Kalau gak ada masker atau kain penutup wajah, maka penumpang dilarang naik,” tandasnya saat dihubungi beritajatim.com, Rabu (8/4/2020).

Lebih lanjut Prapto menjelaskan, selain antisipasi dengan aturan atau kebijakan. PT KAI juga mewajibkan penumpang sebelum naik kereta untuk membersihkan tangan dengan cuci tangan minimal 20 detik atau memakai hand sainitizer.

Hal ini bertujuan untuk membunuh kuman dari sedikit demi sedikit di bagian tangan. Sedangkan virus corona yang sudah menempel di bangku tunggu atau di bangku gerbong. PT KAI melakukan penyemprotan desinfektan setiap hari.

“Jadi kita harapkan tetap bisa bersama membasmi corona. Supaya pemakai jasa perkeretaapian tetap aman, nyaman dan sehat,” tandasnya.

Tercatat hingga saat ini PT KAI Daop 8 Surabaya masih menjalankan kereta api sebanyak 19 kereta. Catatan ini jauh lebih rendah lantaran para penumpang banyak yang membatalkan perjalanannya. Selain itu PT KAI juga memangkas perjalanan kereta untuk mengantisipasi penyebaran corona. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar