Ekbis

Penuhi Keinginan Petani, PG Luncurkan Pupuk Cair Phonska OCA

Gresik (beritajatim.com)– Untuk kesekian kalinya, perusahaan solusi agrobis PT Petrokimia Gresik (PG) meluncurkan inovasinya berupa pupuk cair Phonska OCA. Produk non subsidi ini diperuntukkan memenuhi keinginan petani guna meningkatkan produktivitas pangan khususnya hortikultura seperti kedelai, kentang, cabai, bawang merah, sayuran, dan tanaman hortikultura lainnya.

“Wujudnya yang cair menjadikan pupuk ini mudah dalam diaplikasikan dan tidak mengubah kebiasaan petani. Pupuk Phonska OCA merupakan gabungan pupuk majemuk NPK dengan pupuk organik dalam bentuk cair,” ujar Dirut PT Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi, Kamis (12/3/2020).

Pupuk Phonska OCA ini merupakan pupuk yang mudah larut dalam air, tidak menimbulkan endapan, tanpa residu, dan mudah diserap tanaman. Selain itu, juga tidak menimbulkan efek terbakar pada jaringan tanaman dan ramah lingkungan. “Berdasarkan hasil uji coba pada tanaman hortikultura, pupuk Phonska OCA mampu meningkatkan produktivitas antara 13 persen hingga 61 persen,” imbuhnya.

Sebelum diluncurkan, pupuk Phonska OCA tersebut diuji coba di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Aplikasi Phonska OCA pada tanaman bawang merah mampu meningkatkan produktivitas sebesar 53,51 persen (dengan total panen 22,01ton/per hektarnya), dan pada tanaman kedelai mampu meningkatkan produktivitas 13,7 persen, atau 0,99 ton perhektarnya.

Sedangkan pada tanaman kentang di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur berhasil mendongkrak produktivitas hingga 25,37 persen (16,11 ton/ per hektar) dan pada tanaman cabai di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang meningkat hingga 61,83 persen (8,84 ton/per hektarnya).

Rahmad Pribadi menambahjan, peluncuran Phonska OCA merupakan bagian dari program Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik (TBPG) untuk menciptakan masa depan baru bagi perusahaan dan pertanian di tanah air.  Selain itu, juga menjadi bagian dari upaya edukasi Petrokimia Gresik terhadap pertanian di Indonesia dalam menjaga keberlanjutan dan meningkatkan produktivitas pertanian. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar