Ekbis

Pengusaha Minta Jokowi Selidiki Fenomena Kenaikan Harga Bawang

Surabaya (beritajatim.com) – Tingginya harga Bawang Putih sebelum bulan ramadan datang mulai dari harga Rp 70 ribu di DKI Jakarta, Jatim hingga mencapai 100rb/kg di wilayah Jambi dan Bandung,membuat Forum Komunikasi Pengusaha dan Pedagang Pangan (FKP3) angkat bicara.

FKP3 meminta Presiden Joko Widodo mengevaluasi kebijakan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH).

Menurut Aminullah SH MH, Forum Komunikasi Pengusaha dan Pedagang Pangan (FKP3) ada kejanggalan dari mahalnya harga bawang putih yang terjadi.

Sebab sebagai pengusaha mereka mendapat informasi jika RIPH sudah dibuat sejak akhir Desember 2018 lalu, dengan asumsi impor bawang putih akan dilakukan Januari dan paling lambat masuk ke Indonesia Februari.

“Jika RIPH itu sesuai schedule yang diperkirakan kami para pengusaha, maka masyarakat tak akan menjerit begini. Tetapi sayangnya baru pertengahan April RIPH di ACC Kementerian Pertanian (Kementan). Dan tentunya bawang putih baru masuk awal Mei ini, karena butuh waktu 2 pekan untuk proses impor sampai ke pasar Indonesia,” terang Aminullah.

Dikatakan, disaat kondisi harga bawang putih yg terus naik baru Kementerian Pertanian Republik Indonesia, menerbitkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) kepada 8 importir dengan kuota sebasar 115.765 ton yang disetujui SPI-nya oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

“Sebenarnya kenaikan harga bawang putih sejatinya tidak perlu terjadi, apabila Kementerian Pertanian RI tidak menunda menerbitkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) yang seharusnya terbit pada bulan Desember 2018 paling lambat Januari 2019,” keluhnya.

Aminullah juga mengkritisi kebijakan Kementan yang hanya menerbitkan RIPH kepada 8 importir saja, dengan kuota yang pantastik sebesar 115.765 ton. Apalagi FKP3 menilai aksi Kementerian Pertanian RI melakukan Operasi Pasar (OP) seperti di Pasar Induk Kramat Jati dan Pasar Wonokromo Surabaya, sangat tidak efektif untuk menurunkan harga bawang putih pasaran.

‘Dalam kondisi seperti ini Kementerian Pertanian RI memutuskan meminta importir menjual harga bawang Rp 25.000/Kg, padahal keputusan ini merupakan keputusan yang merugikan masyakat/konsumen.

Pasalnya berdasarkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) harga bawang putih di negara asal dan biaya masuk, sampai pelabuhan dan biaya truck sampai gudang distributor hanya Rp.14.006/Kg sampai 15.000/Kg,” tandasnya

FKP3 menduga ada persaingan usaha yang tidak sehat yang berlindung dibalik kebijakan RIPH Kementerian Pertanian RI dan menyebabkan terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga bawang putih yang terparah sejak tahun 2013.[rea/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar