Iklan Banner Sukun
Ekbis

Bikin Rooftop Ratusan Juta

Pengusaha Kuliner Jalan Tembus Sarangan Magetan Pinjam Modal dari Bank di Jateng

Deretan warung rooftop yang kini menjamur di Jalan Tembus Cemoro Sewu Sarangan

Magetan (beritajatim.com) – Meski kini hits dan diminati banyak pengunjung, warung berkonsep rooftop di sepanjang Jalan Tembus Cemoro Sewu Sarangan Magetan butuh modal yang tak sedikit. Salah satu pemilik warung berkonsep rooftop yakni Wagiyo warga Singolangu, Kelurahan Sarangan, menyebut modal untuk membuat warung dengan dak terbuka itu minimal Rp200 juta.

Namun, tidak mudah mengajukan pinjaman segitu di bank BUMN maupun BUMD di wilayah Jawa Timur khususnya Magetan. Maksimal pinjaman yang diperbolehkan yakni Rp50 juta padahal uang segitu belum cukup untuk membuat warung jadi estetik bagi pengunjung. Wagiyo dan beberapa pengusaha lain memilih untuk pinjam ke bank di Jawa Tengah yang lebih cocok dengan ide para pengusaha kuliner yang hendak memodif warung.

“Prosesnya mudah, bunganya murah kemudian cepat cair. Maksimal pinjam hingga Rp500 juta. Sebelum puasa sebenarnya kami sudah mengajukan permohonan bank di Magetan. Tapi tidak kunjung cair, momen libur lebaran warung saya terancam tidak jadi akhirnya saya pinjam di salah satu bank yang saya urus di Tawangmangu, Jawa Tengah. Seminggu pengajuan langsung cair Rp300 juta,” kata Wagiyo kepada beritajatim.com, Sabtu (28/5/2022)

Menurut dia, jika pun bisa memberi pinjaman, bank di Magetan maksimal hanya mencairkan Rp100 juta. Modal segitu belum cukup untuk membuat warung dengan konsep rooftop di atasnya. Uang segitu hanya cukup untuk beli kerangka besi.

Senada dengan Wagiyo, Hendrik salah satu pemilik usaha warung di Cemoro Sewu yang juga menjadi nasabah bank di Jawa Tengah. Dirinya memilih batal mengajukan pinjaman di salah satu bank daerah di Magetan karena menganggap prosesnya ribet.

“Sebelum Ramadan kemarin saya sempat ajukan dan menanyakan program pinjaman lunak, dijawab oleh salah satu pegawai perbankan sudah habis. Baru ada lagi pertengahan tahun ini. Padahal saya bangun warung, sebelum lebaran harus jadi. Saya akhirnya ikut teman-teman lain pinjam di Jawa Tengah dan cair. Buktinya ini warung saya sudah jadi,” jelasnya.

Pinjaman modal dari bank di Jawa Tengah itu bisa maksimal untuk meng-upgrade warung dan pengunjung naik dua kali lipat. Dia memprediksi pinjaman tersebut bisa balik kurang dari setahun.

“Awalnya para pengunjung banyak yang datang ke Jawa Tengah karena desain dan konsep warung dengan rooftop sedang digemari. Namun setelah di Cemoro Sewu ada banyak yang mulai pindah ke wilayah Magetan. Pemandangannya tidak kalah dengan di Tawang Mangu atau Cemara Kandang,” imbuhnya.

Pengakuan kemudahan juga disampaikan pemilik warung lain bernama Dimas yang masih berlokasi di jalan tembus Sarangan – Cemoro Sewu. Meski bunganya lebih tinggi dari KUR, yaitu 0,6 persen dari pinjaman, tetapi tenor jangka pengembalian yang diberikan juga bisa lebih panjang yaitu lima tahun.

“Bunga pinjaman KUR memang murah yaitu 0,3 persen. Tetapi syarat dan ketentuan agak ribet, nominal angka pinjaman juga sedikit, tidak cukup buat modal. Ya kami pilih yang mudah, dapat banyak seperti di salah satu bank Jawa Tengah,” kata Dimas. [fiq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar