Iklan Banner Sukun
Ekbis

Pengurus RT dan RW pun Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Surabaya (beritajatim.com) – Pengurus RT, RW, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) se Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya, hari ini resmi terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kesadaran untuk memberi perlindungan diri ini diharapkan bisa segera menular kepada pengurus RT, RW dan LPMK di kecamatan yang lain.

Kenyataan itu terungkap dalam Launching Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan RT, RW, LPMK Kecamatan Wonokromo Surabaya. “Pekerjaan RT/RW itu lumayan berat, saya pernah merasakan itu. Kerjanya bisa sampai 24 jam mengurusi warga,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya, Ahmad Zaeni, Jumat (8/10/2021).

Ahmad Zaeni yang juga pernah menjadi camat itu bahkan menyebut menjadi ketua RT/RW jauh lebih berat dibanding menjadi camat yang membawahi sebuah wilayah kecamatan. Karena itulah dia mendukung pemberian jaminan perlindungan sosial ketenagakerjaan untuk para pengurus RT RW dan LPMK tersebut.

Kebutuhan perlindungan saat ini, sudah semakin mendesak seiring dengan penurunan status Covid-19 di Kota Surabaya yang kini sudah berada di level 1. Kondisi seperti ini akan diikuti dengan peningkatan kegiatan masyarakat terutama di sektor ekonomi.

Ungkapan senada disampaikan Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwiyono. Manfaat yang dirasakan menjadi peserta BPJAMSOSTEK terutama soal beasiswa, sejalan dengan misi Kota Surabaya terutama terkait dengan pemberian beasiswa. “Kita bersama Pemkot Surabaya sepakat tidak boleh ada satu anakpun yang putus skeolah, karena tantangan Surabaya ke depan, membutuhkan generasi yang lebih cerdas dari sekarang,” ujarnya.

Sementara, Ketua Forum Komunikasi LPMK Surabaya, Unsi Fauzi, menyebut gagasan agar seluruh LPMK ikut menjadi peserta BPJAMSOSTEK itu, tidak datang begitu saja. “Awalnya ada 6 orang teman kami yang meninggal dunia. Kami memberi santunan dengan cara iuran. Uang yang bisa kami kumpulkan untuk diberikan kepada keluarga almarhum hanya sekitar Rp2-4 juta saja,” ujarnya.

Lalu dalam pertemuan dengan jajaran BPJS Ketenagakerjaan, pihaknya mendapat tawaran agar seluruh anggotanya diikutkan dalam program Jaminan Kecelakan Kerja dan jaminan kematian BPJAMSOSTEK. Hanya dengan membayar premi Rp16.800 per bulan, para anggotanya tak perlu lagi iuran, karena ada BPJAMSOTEK yang akan memberikan klaim sebesar Rp42 juta kalau meninggal biasa, dan biaya perawatan penuh ketika mengalami kecelakaan kerja.

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Surabaya Karimunjawa, Indra Iswanto dalam kesempatan itu menjelaskan tentang beragam manfaat bila bergabung menjadi peserta BPJAMSOSTEK. “Manfaatnya bukan hanya soal klaim JKM sebesar Rp42 juta saja, tapi ada banyak manfaat lain yang bisa mengurangi beban keluarga pekerja,” ujarnya.

Hanya dengan membayar iuran bulanan yang sangat rendah itu, kata dia, peserta yang terlibat kecelakaan kerja akan mendapat jaminan perawatan medis tanpa batas. Dia kemudian mencontohkan tentang kasus seorang penjaga kebun di lingkungan Pemprov Jatim yang jatuh dari motor.

Berkat menjadi peserta BPJAMSOSTEK, sang pekerja itu tidak perlu mengeluarkan uang untuk rumah sakit yang membutuhkan biaya hingga Rp800 juta. “Kami juga akan memberi manfaat beasiswa untuk dua anak peserta hingga lulus perguruan tinggi, yang nilainya mencapai Rp147 juta untuk dua orang anak,” ujarnya.

Sementara acara Launching Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kecamatan Wonokromo ini diwarnai dengan pemberian santunan kematian untuk dua orang ahli waris pekerja yang meninggal dunia karena sakit. Ahli waris almarhum Umbar yang karyawan PT Interjaya Surya Megah mislanayh menerima santunan jaminan kematian dan jaminan hari tua sebesar Rp66,4 juta dan jaminan pensiun berkala Rp356.600.

Sedangkan ahli waris Almarhum Agus Wijaksono menerima santunan jaminan kematian, jaminan hari tua dan beasiswa Rp70,9 juta, belum termasuk jaminan pensiun berkala Rp644.390. Almarhum merUpakan peserta BPJAMSOSTEK yang bekerja di Citaprisma Mandiri. [but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar