Ekbis

Pengrajin Sandal Kulit Klasik Magetan Kembali Bergeliat

Magetan (beritajatim.com) – Awal ramadan hingga menjelang lebaran, pengrajin sandal kulit klasik khas Magetan mulai banjir pesanan. Setelah sempat mengalami penurunan produksi secara drastis selama pandemi Covid-19 akibat daya beli masyarakat menurun.

“Mulai awal ramadan sudah ada pesanan sandal kulit, meski hanya 100 pasang. Ini cukup untuk membantu,” kata Agus Juanto salah satu pengrajin sandal kulit klasik di Dukuh Jejeruk, Desa Candirejo, Kabupaten Magetan, Selasa (11/5/2021).

Dia menambahkan, sebelum pandemi dalam satu minggu dirinya bisa memproduksi 20-30 kodi atau sekitar 400 hingga 600 pasang sandal kulit klasik Magetan. “Penurunan sangat drastis mas, sekarang tinggal 25 persennya saja,” katanya.

Menurutnya, permintaan dari sentra kulit sawo Magetan menurun diakibatkan kebijakan larangan mudik. Para pedagang tidak berani menambah stok sandal kulit klasik karena takut tidak laku. “Sandal kulit klasik khas Magetan biasanya jadi oleh-oleh favorit pemudik. Kalau tidak ada yang mudik, siapa yang beli,” keluhnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh Edi Purwanto yang juga pengrajin sandal kulit klasik khas Magetan. Bulan ramadan hingga jelang lebaran ini mulai ada pesanan untuk sandal kulit buatannya, jumlahnya hanya 25 persen dibanding sebelum pandemi. “Bersyukur aja mas, masih dapat pesanan dari pedagang di Sarangan. Tapi hanya sedikit, mereka takut menyetok barang karena ada larangan mudik,” jelasnya.

Adanya larangan mudik lebaran ini, dirinya hanya bisa pasrah dengan kondisi tersebut. Karena, bisa dipastikan mengalami penurunan produksi, bahkan tidak produksi sama sekali. “Pesanan kira-kira sampai lebaran saja, dampaknya mudik juga ada, kalau boleh mudik pasti ramai, kalau tidak ya begini adanya,” tutupnya. [kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar