Ekbis

Pengembang Optimistis Property di Sidoarjo Terus Tumbuh

Sidoarjo (beritajatim.com) – Pasar properti di Sidoarjo tahun ini diprediksi akan berjalan lebih baik dibanding tahun 2019. Prediksi ini juga direspon oleh pengembang properti PT Sabrina Laksana Abadi Sidoarjo.

Developer yang beralamat di Perum Berlian Kencana Sari Blok D22, Babatan, Panjunan, Kecamatan Sukodono itu terus memasarkan unit-unit perumahan di beberapa tempat di wilayah Sidoarjo.

Direktur PT Sabrina Laksana Abadi H. Achmad Miftach Kurniawan  mengatakan keberaniannya untuk lebih ekspansif tahun ini tidak terlepas dari capaian pada 2019, nilai penjualan yang dicapainya cukup menggembirakan.

Gairah peminat unit-unti rumah di beberapa perumahan yang tengah dibangun saat ini lumayan tinggi. “Tahun 2020 ini kami menargetan ada kenaikan penjualan unit-unit hunian di beberapa tempat,” katanya Sabtu (7/3/2020).

Dia menyebutkan, beberapa perumahan yang ada, seperti Perumahan Panjunan Regency Sukodono, Perumahan Banjarsari Asri Buduran, Perumahan Kedungkembar Asri Prambon dan Perumahan Alam Candi Asri Candi, setelah peminat survey lokasi, langsung mengajukan transaksi dengan sistem kredit in house.

“Harganya perunit yang dipilih variatif. Mulai seharga Rp 300 juta sampai Rp 700 juta/unit,” rinci dia.

H. Wawan menambahkan, dalam pemasaran, yang diandalkan selain kualitas spesifikasi bangunan, kawasan perumahan juga area bebas banjir. “Sistem drainase dan pembuangan air perumahan betul-betul kami kerjakan secara matang agar tidak menimbulkan banjir,” imbuhnya.

Ia mengakui baru-baru ini bisnis hunian yang dipimpinnya diterpa isu atau tudingan yang tidak mendasar dari orang yang mengatasnamakan kordinator paguyuban konsumen bernama M dan Notaris ESR.

Keduanya menuding H. Wawan menipu customer dengan tidak membayar pajak dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp 17 miliar. Tudingan itu sangat tidak benar dan tak mendasar. Tudingan tersebut pernah diutarakan keduanya dan di muat di media online pada tanggal 29 dan 30 Nopember 2019 lalu.

“Bahwa tindakan penipuan terhadap costumer/user, tuduhan TPPU dan penggelapan pajak senilai Rp 17 miliar itu tidak benar serta tidak mendasar. Kalau tidak percaya, silakan kroscek ke Badan Pelayanan Pajak Daerah Kab. Sidoarjo,” terangnya. (isa/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar